Breaking News:

Darurat Banjir di Kabupaten Cirebon

Tanggap Darurat Banjir di Kabupaten Cirebon Hingga Dua Pekan ke Depan, Puncak Hujan Sampai Februari

Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan tanggap darurat banjir hingga dua pekan ke depan.

Istimewa
Sejumlah petugas mengoperasikan pompa air untuk menyedot air yang merendam wilayah Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Senin (18/1/2021) siang. Foto ISTIMEWA 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemerintah Kabupaten Cirebon menetapkan tanggap darurat banjir hingga dua pekan ke depan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengatakan, surat penetapan tanggap darurat banjir juga sudah ditandatangani Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.
Menurut dia, masa tanggap darurat banjir di Kabupaten Cirebon ditetapkan hingga akhir Januari 2021.
"Surat tanggap darurat banjir ini sudah ditandatangani Pak Bupati sejak 17 Januari 2021," ujar Alex Suheriyawan.
Ia mengatakan, jajarannya langsung melakukan upaya strategis sebagai tindak lanjut surat nomor 360/98/BPBD tersebut.
Terutama mengenai penanganan bencana banjir maupun tanah longsor dikhawatirkan terjadi di Kabupaten Cirebon. 
Penetapan tanggap darurat itupun tidak terlepas dari prediksi BMKG mengenai masa puncak musim penghujan di Kabupaten Cirebon.
"Prediksi masa puncak musim hujan berlangsung dari sekarang hingga awal Februari 2021," kata Alex Suheriyawan.
Karenanya, pihaknya pun menyiapkan sarana prasarana termasuk SDM untuk penanggulangan banjir di Kabupaten Cirebon.
Selain itu, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi terjadinya banjir dan longsor.
Alex menyampaikan, koordinasi dengan BBWS Cimanuk - Cisanggarung juga dilakukan untuk penanggulangan sungai yang kerap meluap dan mengakibatkan banjir.
"BBWS akan mengambil langkah progresif mengenai penanganan sungainya," ujar Alex Suheriyawan.
Sebelumnya soal penanganan oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung juga dikemukakan oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

Karena itu Imron Rosyadi, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk - Cisanggarung mengeruk sungai di wilayah Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut menindaklanjuti banjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.

Menurut Imron, banjir belum lama ini disebabkan penyempitan dan pendangkalan sungai.

Baca juga: Ada Pegawai Meninggal Dunia Karena Covid-19, Kantor DKP3 Majalengka Lockdown

Baca juga: Ini Sosok Ayah yang Digugat Anak Kandungnya Hingga Rp 3 Miliar, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Baca juga: INI Harga iPhone Akhir Januari 2021, iPhone 12, iPhone 11, iPhone 8, dan iPhone 7 Plus Rp 5,7 Jutaan

Karenanya, debit air yang melimpah saat hujan deras meluap ke permukiman warga di sekitar sungai.

"Maka, kami meminta BBWS mengeruk sungai-sungai di Kabupaten Cirebon," kata Imron Rosyadi kepada Tribuncirebon.com, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan, sebanyak 25 sungai se-Kabupaten Cirebon menjadi kewenangan BBWS Cimanuk - Cisanggarung dalam hal penanganannya.

Selain itu, banjir di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon juga dipengaruhi pasang air laut.

Imron menyampaikan, rob membuat aliran sungai yang telah menyempit dan mengalami pendangkalan tersebut tertahan.

Akibatnya, daerah hilir sungai rentan banjir khususnya saat terjadinya fenomena pasang air laut.

"Kami sudah menyampaikan surat ke kementerian mengenai permasalahan banjir ini," ujar Imron Rosyadi.

Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk - Cisanggarung untuk mengatasi banjir di Kabupaten Cirebon.

Imron juga mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon tidak membuat bangunan di sempadan sungai.

Sebab, hal itu berpotensi membuat sungai menyempit sehingga tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan turun.

"Kalau sungainya sempit, bisa mengakibatkan banjir saat hujan deras," kata Imron Rosyadi. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved