Breaking News:

Soal Banjir yang Merendam 7 Kecamatan, Bupati Imron Minta BBWS Keruk Sungai di Kabupaten Cirebon

sebanyak 25 sungai se-Kabupaten Cirebon menjadi kewenangan BBWS Cimanuk - Cisanggarung dalam hal penanganannya.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, memastikan perayaan Tahun Baru 2021 di Kabupaten Cirebon dilarang. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk - Cisanggarung mengeruk sungai di wilayah Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut menindaklanjuti banjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.

Menurut Imron, banjir belum lama ini disebabkan penyempitan dan pendangkalan sungai.

Baca juga: Ada Pegawai Meninggal Dunia Karena Covid-19, Kantor DKP3 Majalengka Lockdown

Baca juga: Ini Sosok Ayah yang Digugat Anak Kandungnya Hingga Rp 3 Miliar, Ternyata Bukan Orang Sembarangan

Baca juga: INI Harga iPhone Akhir Januari 2021, iPhone 12, iPhone 11, iPhone 8, dan iPhone 7 Plus Rp 5,7 Jutaan

Karenanya, debit air yang melimpah saat hujan deras meluap ke permukiman warga di sekitar sungai.

"Maka, kami meminta BBWS mengeruk sungai-sungai di Kabupaten Cirebon," kata Imron Rosyadi kepada Tribuncirebon.com, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan, sebanyak 25 sungai se-Kabupaten Cirebon menjadi kewenangan BBWS Cimanuk - Cisanggarung dalam hal penanganannya.

Selain itu, banjir di wilayah pesisir Kabupaten Cirebon juga dipengaruhi pasang air laut.

Imron menyampaikan, rob membuat aliran sungai yang telah menyempit dan mengalami pendangkalan tersebut tertahan.

Akibatnya, daerah hilir sungai rentan banjir khususnya saat terjadinya fenomena pasang air laut.

"Kami sudah menyampaikan surat ke kementerian mengenai permasalahan banjir ini," ujar Imron Rosyadi.

Bahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk - Cisanggarung untuk mengatasi banjir di Kabupaten Cirebon.

Imron juga mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon tidak membuat bangunan di sempadan sungai.

Sebab, hal itu berpotensi membuat sungai menyempit sehingga tidak mampu menampung debit air yang meningkat saat hujan turun.

"Kalau sungainya sempit, bisa mengakibatkan banjir saat hujan deras," kata Imron Rosyadi. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved