Breaking News:

Persibmania

PSSI Hentikan Liga 1 2020, Bung Towel Berikan Pendapatnya, Klub yang Paling Dirugikan

Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel mengatakan, keputusan PSSI untuk membatalkan Liga 1 2020 sebetulnya . . .

Tribunwow.com
Ilustrasi: PSSI Hentikan Liga 1 2020, Bung Towel Berikan Pendapatnya, Klub yang Paling Dirugikan 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel mengatakan, keputusan PSSI untuk membatalkan Liga 1 2020 sebetulnya sudah terlambat.

Kata dia, kalau rapat Exco PSSI hanya sekadar memutuskan nasib kompetisi, seharusnya bisa dilakukan lebih cepat.

"Karena lanjutan kompetisi ini kan sudah mengalami ketidakpastian yang berlarut-larut. Sudah tiga kali gagal kick off, Oktober, November, terakhir janji Februari juga kan tidak jelas. Jadi ketidakpastiannya sudah berlarut-larut," ujar Bung Towel, saat dihubungi Tribun Jabar, Rabu (20/1/2021).

Dia menambahkan, klub menjadi pihak yang paling dirugikan dari berlarut-larutnya keputusan PSSI.

Baca juga:  Soal Semangat dan Cinta Sepak Bola, Passos Sebut Masyarakat Indonesia Mirip dengan Brasil

Baca juga: Daripada Paksakan Liga 1 2021 Digelar Maret, Pelatih Persib Robert Alberts Beri Saran PSSI Gelar Ini

Bahkan menurutnya, virtual meeting yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi dan klub pada 15 Januari lalu seharusnya tidak perlu dilakukan.

"Karena ketika mereka meminta masukan dan keluhan klub-klub lagi virtual meeting tanggal 15 kemarin itu menunjukkan menurut saya kepekaan PSSI dan PT LIB, manajemen krisis PSSI dan PT LIB serta pemetaan PT LIB terhadap kondisi ril klub itu menjadi sangat minim. Karena masih harus meminta masukan dan keluhan," ucapnya.

Pengamat sepakbola, Tommy Welli yang akrab disapa Bung Towel di Kota Bandung Kamis (28/3/2019).
Pengamat sepakbola, Tommy Welly yang akrab disapa Bung Towel di Kota Bandung Kamis (28/3/2019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Sebagai federasi, Bung Towel menyebut PSSI seharusnya bisa melindungi anggotanya yakni klub saat menghadapi masalah seperti sekarang ini.

Dengan tidak jelasnya kompetisi, klub sudah terombang-ambing selama hampir satu tahun serta mengalami kerugian sangat besar.

"Buktinya kan sudah dua klub membubarkan diri, Madura United dan Persipura Jayapura. Jadi dengan kenyataan itu sebetulnya segera ditunggu keputusan dari operator liga dan juga PSSI sebagai regulator," katanya.

Selain itu, dia menilai virtual meeting yang dilakukan PT LIB dan klub kemarin seolah-olah menjadi alibi bahwa pembatalan kompetisi merupakan keinginan klub.

Padahal, klub sudah dikecewakan oleh PSSI dengan batalnya kick off pada Oktober, November, dan terakhir Februari 2021.

"Harusnya PSSI dan PT LIB ambil sikap dan keputusan. Karena dia seharusnya sudah paham pemetaan kondisi klub seperti apa," ucapnya. (Tribunjabar.id Ferdyan Adhy Nugraha)

Baca juga: Waduh Emak-emak Tabrak Mobil Ambulans RS Elizabeth hingga Kaca Mobil Pecah dan Penyok di Semarang

Baca juga: Heboh, Video Penghuni Indekos Dipaksa Lepas Pakaian Saat Digerebeg Warga dan Petugas di Kuningan

Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved