Breaking News:

Kronologis Terungkapnya Kasus Asusila Marbot Masjid di Cirebon Terhadap 13 Anak

aksi bejat marbot masjid, NF, terungkap berawal dari salah satu korban yang melapor kepada orang tuanya.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi (kanan), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti tindak asusila yang dilakukan seorang marbot masjid terhadap anak-anak, dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Rabu (20/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Polresta Cirebon berhasil meringkus marbot masjid yang melakukan tindak asusila terhadap 13 bocah.

Tersangka berinisial NF (52) dan tercatat sebagai warga Bangka Belitung.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, mengatakan, kronologis aksi bejat NF terungkap berawal dari salah satu korban yang melapor kepada orang tuanya.

Baca juga: Seorang Marbot Masjid di Cirebon Diancam Hukuman Kebiri Kimia, Diduga Berbuat Asusila pada  13 Anak

Baca juga: Kades Dadap Indramayu Prihatin, TKW Meninggal di Arab Saudi dan Keluarganya Diminta Uang Rp 170 Juta

Namun, orang tua korban sempat kebingungan karena tidak mempunyai bukti kuat untuk membawanya ke ranah hukum.

"Korban ini menyampaikan ke orang tuanya bahwa NF sempat merekam aksi asusilanya," kata M Syahduddi saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (20/1/2021).

Ia mengatakan, korban dan orang tuanya berhasil mengambil kartu memori ponsel tersangka.

Selanjutnya mereka langsung melapor ke Unit PPA Satuan Reskrim Polresta Cirebon.

Petugas pun berhasil membekuk tersangka kurang dari 24 jam setelah menerima laporan tersebut.

"Dari pemeriksaan sementara ditemukan rekaman video aksi asusila tersangka di kartu memori ponselnya," ujar M Syahduddi.

Namun, Syahduddi mengakui NF tidak menyebarkannya. Rekaman video itu hanya dijadikan koleksi pribadi.

Pihaknya pun mengamankan kartu memori dan ponsel tersangka serta pakaian korban sebagai barang bukti.

Selain itu, NF juga dijerat UU Perlindungan Anak dan PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang kebiri kimia bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

"Kami masih mendalami kasusnya, karena tidak menutup kemungkinan bertambahnya jumlah korban," kata M Syahduddi.

Baca juga: Kades Dadap Indramayu Prihatin, TKW Meninggal di Arab Saudi dan Keluarganya Diminta Uang Rp 170 Juta

Baca juga: Anak Kecil Menjerit Kesakitan, Awalnya Dikira Bintitan Biasa, Ternyata Ada Kutu Babi di Kelopak Mata

Baca juga: Orangtua yang Digugat Anaknya Rp 3 Miliar Akhirnya Tahu Satu Anaknya Meninggal, Begini Reaksinya

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved