Breaking News:

Video Kapten Afwan Sedang di Minimarket Dua Hari Sebelum Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh Viral

terlihat Kapten Afwan yang menggunakan peci putih, sedang membeli beberapa snack atau makanan ringan di minimarket.

Istimewa
Kapten Afwan adalah pilot dari pesawat Sriwijaya Air SJ812 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021) siang. 

Pihak keluarga pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Afwan sudah ikhlas menerima musibah yang menimpa sang pilot.

Hal ini dikatakan oleh sahabat sekaligus tetangga dari Kapten Afwan, Saeful Anwar.

Captai Afwan
Captai Afwan (TribunnewsBogor.com/Yudistira Wanne)

Saeful Anwar yang juga tinggal di lingkungan Perumahan Bumi Cibinong Endah bertugas di bidang pemakaman ini mengaku bahwa pihak keluarga sudah membahas soal pemakaman Kapten Afwan.

Keluarga meminta jasad Kapten Afwan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umun (TPU) Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Insya Allah di Pondok Rajeg. Kebetulan saya mendapat amanah mengurus jenazah di lingkungan sini," kata Saeful Anwar kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (13/1/2021) malam.

Dia menjelaskan bahwa jika jasad Kapten Afwan tidak ditemukan, maka keluarga cukup tabur bunga.

Jika jasad Kapten Afwan ditemukan, keluarga memilih untuk dimakamkan di TPU Pondok Rajeg.

"Kalau ketemu misalkan tubuhnya ketemu artinya wujudnya ada nih, saya pikir mau dimakamkan di Tangerang di keluarganya, ternyata beliau istrinya itu (meminta) di sini aja yang deket, di Pondok Rajeg," katanya.

Pilot

Sepucuk surat atas nama Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu beredar di media sosial dan juga di aplikasi pesan instan WhatsApp.

Dalam surat tersebut tertulis ditujukan kepada seseorang bernama Agung.

Isinya meminta izin untuk meminjam charger kepada penerima surat singkat tersebut.

Selain itu, di bagian akhir tulisan dibubuhi catatan untuk jangan lupa shalat subuh beserta tanda tangan Kapten Afwan.

'Saya pinjam chargernya sebentar ya. Tks sebelumnya. Nb: jangan lupa sholat subuh. (Tanda tangan) Cpt Afwan,' demikian isi surat tersebut.

Keponakan Kapten Afwan, Ferza Mahardika mengaku sudah mengetahui foto surat yang beredar tersebut.

Namun keluarga belum bisa memastikan bahwa itu tulisan dari Kapten Afwan.

"Kami belum bisa memastikan itu tulisan beliau. Saya juga udah tahu, udah baca, saya juga belum bisa pastiin itu bener-bener dari beliau," kata Ferza Mahardika.

Baca juga: Ibu Kandung Cap Tiga Anaknya Durhaka Usai Gugat Soal Harta Warisan: Anak Durhaka, Anak Durhaka

Baca juga: Gempa Tektonik Berkekuatan Magnitudo 3.5 Guncang Garut dan Tasikmalaya

Sepucuk surat atas nama Captain Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu beredar di media sosial dan juga di aplikasi pesan instan WhatsApp.
Sepucuk surat atas nama Captain Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu beredar di media sosial dan juga di aplikasi pesan instan WhatsApp. (Istimewa)

Kebiasaan Captain Afwan ingatkan salat

Kapten Afwan diketahui memang memiliki kebiasaan mengingatkan soal salat di lingkungan tempat kerjanya.

Hal ini diakui oleh salah satu rekan sesama pilot, Captain Argo saat berkunjung ke rumah keluarganya di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Kabupaten Bogor, Senin (11/1/2021).

"Ketemu saya juga begitu, pastinya dia nanyanya udah salat belum? Kalau puasa ya, gimana sehat? gitu. Pasti nanya gitu. Kalau bertemu pertanyaan yang pertama ditanya pasti udah salat belum," kata Argo.

Di lingkungan kerja, kata dia, Kapten Afwan punya kebiasaan salat tidak di satu tempat.

Biasanya, pilot ayah anak tiga itu salat di berbagai tempat sehingga kenal dengan para pekerja lain meski non pilot.

"Deket dengan semua, kan salatnya tidak di sana aja, maksudnya tidak di satu tempat gitu. Kadang tempatnya di ground staf di bawah gitu, kadang di terminal, di kantor juga, dimana aja, jadi pada kenal," kata Argo.

Pasca kejadian kecelakaan pesawat ini, kata Argo, banyak rekan-rekan di kantor yang juga menyampaikan rasa kehilangan.

"Kemarin saya juga baru pulang dari Makasar, ketemu temen-temen di kantor. Begitu pesawat turun, ketemu sama orang ground staf, ground handling, mereka juga semua langsung bilang ke saya mereka merasa kehilangan," tuturnya.

Sikap Aneh

Sikap tak biasa ditunjukkan Kapten Afwan Zamzami, pilot pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Sikap aneh itu diungkapkan oleh keponakannya, Ferza Mahardika.

Ferza menyebut, sebelum berangkat kerja itu sang paman terlihat terburu-buru.

Bahkan, pakaian yang digunakan juga belum disetrika.

"Biasanya kalau berangkat rapi, tapi ini pakaiannya sedikit lecek karena tergesa-gesa," kata dia saat ditemui di Perumahan Bumi Cibinong Endah, Minggu (10/1/2021).

Kejanggalan lainnya, saat pamit dengan istri dan anaknya juga sempat mengucapkan permintaan maaf.

Padahal, biasanya tidak demikian.

Mengetahui perilaku Afwan yang tidak biasanya itu, keluarganya juga bingung dengan maksudnya.

"Biasanya dia pergi salaman biasa aja, ini dia minta maaf sama istri dan anak-anaknya. Itu pas berangkat. Alasannya kurang tahu juga, yang jelas anaknya ngomong kok abinya (ayah) tumben berbeda," kata Ferza.

Meskipun ada sejumlah kejanggalan dari perilaku Afwan, namun pihak keluarga tidak mengira akan adanya tragedi tersebut.

Saat ini, pihak keluarga terus memanjatkan doa terbaik kepada pamannya tersebut.

Semoga sang paman dan seluruh penumpang tetap diberikan keselamatan dan segera ditemukan.

"Karena belum ada kabar yang valid dari pihak maskapai manajemen Sriwijaya. Kita masih menunggu kabar terbaik aja untuk paman kami, keluarga kami," kata Ferza.

Terpisah, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang mengatakan, sebelum menjadi pilot Sriwijaya Air itu Kapten Afwan diketahui sebagai penerbang TNI AU.

"Kapten Afwan adalah Penerbang TNI AU periode 1987-1998, beliau terbang di Skadron Udara 4 dan Akadron Udara 31. Alumni dari IDP IV tahun 1987," terangnya.

Dalam pesawat yang hilang kontak itu, kata dia, juga ada keluarga dari Kadislog Lanud Supadio Kolonel Tek Ahmad Khaidir.

Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021).

Pesawat diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang. (Tribunnewsbogor.com, Kompas.com)

(Tribunnews.com/Faryyanida Putwiliani/ Naufal Fauzy)

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved