Breaking News:

Pantas Saja Banjir Merajalela, Kebun & Tambang Ilegal Indonesia Capai 17,1 Juta Hektare, Negara Rugi

Komisi IV DPR RI mengungkap tentang kebun dan tambang ilegal di hutan Indonesia masing-masing mencapai

SHUTTERSTOCK via Kompas.com
lustrasi banjir 

Dedi mengatakan, data kebun dan tambang ilegal hasil temuan Komisi IV itu sudah disampaikan dalam rapat kerja dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kita sampaikan data tentang penggunaan lahan ilegal dengan jumlah fantastis dan kerugian yang jauh lebih fantastis," ujarnya.

Baca juga: Yang Tersisa dari Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Sebut Fathan Diikuti Sosok Gaib

Ia mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjutinya. Sebab, negara dirugikan dua kali oleh kebun dan tambang ilegal itu.

Selain pendapatan hilang, keduanya juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat. "Salah satunya adalah banjir," kata anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.

Dedi mengatakan, sudah saatnya negara mengambil langkah tegas dan berani untuk mengambil tindakan hukum atas kasus tersebut.

Negara juga harus bertindak cepat untuk menyelamatkan hutan negara yang digunakan untuk areal per kebunan dan per tambangan secara ilegal.

"Jangan sampai kerugian dibiarkan. Negara rugi dua kali, sementara mereka menikmati hasil kebun dan tambang ilegal. Harus ada langkah penanganan hukum. Itu diperlukan tangan-tangan kuat dari negara," kata Dedi.

Ia mengatakan, pihaknya membeberkan soal kebun dan tambang ilegal itu karena cinta kepada Indonesia.

"Saya ngomong begini saking cintanya kepada Indonesia," ujar mantan bupati Purwakarta itu.

Sebelumnya, Dedi menyoroti banjir di sejumlah daerah di Kalimantan. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus melakukan evaluasi hutan dan tambang yang legal di seluruh Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektare"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved