Breaking News:

Ditpolairud Polda Jabar Serahkan Puluhan Ribu Benih Lobster Hasil Sitaan ke SKIPM Cirebon

Benur tersebut diamankan dari tersangka berinisial A (33) warga Kabupaten Sukabumi pada Minggu (17/1/2021) malam kira-kira pukul 19.50 WIB.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi - Tribincirebon.com
Sejumlah petugas saat mengemas benih lobster sitaan di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (18/1/2021). Puluhan ribu benih lobster tersebut akan dilepasliarkan di Pangandaran. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Petugas Ditpolairud Polda Jabar menyerahkan puluhan ribuan baby lobster hasil sitaan ke Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Cirebon.

Benur tersebut diamankan dari tersangka berinisial A (33) warga Kabupaten Sukabumi pada Minggu (17/1/2021) malam kira-kira pukul 19.50 WIB.

Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, kepada Kepala SKIPM Cirebon, Obing Hobir As'ari.

Ribuan benih lobster itupun langsung dibawa petugas SKIPM usai konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster, Ditpolairud Polda Jabar Selamatkan Duit Negara Rp 14,3 Miliar

Baca juga: Benih Lobster Sitaan Ditpolairud Polda Jabar Bakal Dilepasliarkan di Pangandaran

"Langsung diserahkan ke SKIPM untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya," ujar Widihandoko saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, benih lobster itu dikhawatirkan stres jika tidak segera ditangani oleh ahlinya, dalam hal ini jajaran SKIPM Cirebon.

Terlebih 56950 ekor benih lobster yang diperkirakan nilainya mencapai Rp 14,3 miliar itu berumur kurang dari satu bulan sehingga masih lemah.

Pihaknya juga memastikan tersangka akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Tindakan tersangka jelas melanggar hukum karena mengancam kelestarian ekosistem laut," kata Widihandoko.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 88 juncto Pasal 16 UU RI Nomor 45 Tahun 2009.

Ancaman hukuman maksimalnya enam tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Baca juga: Wajah Syekh Ali Jaber Tersenyum Sebelum Dimakamkan Diungkap Banyak Tokoh, Kini Fotonya ada di Medsos

Baca juga: Dayana Gadis Kazakhstan yang Lagi Trending Ingin Tahu Arti Kata Buaya, Fiki Naki Langsung Ngakak

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved