Breaking News:

Kabupaten Cirebon Terendam Banjir

Akui Ada Warga Terdampak Banjir Sempat Mengungsi, Kalak BPBD Kabupaten Cirebon: Mereka Sudah Pulang

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengakui sejumlah warga terdampak banjir sempat mengungsi pada Minggu (16/1/2021) malam.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: dedy herdiana
Istimewa
Sejumlah petugas mengoperasikan pompa air untuk menyedot air yang merendam wilayah Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Senin (18/1/2021) siang. Foto ISTIMEWA 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan, mengakui sejumlah warga terdampak banjir sempat mengungsi pada Minggu (16/1/2021) malam.

Namun, ia memastikan saat ini mereka telah kembali ke rumahnya masing-masing.

Menurut dia, mereka merupakan warga yang berasal dari wilayah terdampak banjir paling parah.

Baca juga: BPBD Kabupaten Cirebon Catat Ada 7 Kecamatan Terendam Banjir

Baca juga: Diguyur Hujan Deras Semalaman, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Cirebon Terendam Banjir

Di antaranya, Kecamatan Plered, Kecamatan Panguragan, dan Kecamatan Susukan.

"Warga terdampak banjir di Plered semalam mengungsi, karena ketinggian air mencapai 120 cm," ujar Alex Suheriyawan Alex Suheriyawan saat ditemui di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Senin (18/1/2021).

Ia mengatakan, sebanyak empat KK asal Desa Sarabau, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, yang mengungsi ke rumah kerabatnya.

Sementara di Kecamatan Susukan terdapat enam KK yang mengungsi.

Selain itu, 10 KK di Kecamatan Panguragan juga mengungsi di tenda darurat.

"Warga lainnya memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing," kata Alex Suheriyawan.

Hingga Senin siang, banjir masih merendam empat kecamatan di Kabupaten Cirebon, yakni, Susukan, Panguragan, Gunungjati, dan Suranenggala.

Alex menyampaikan, titik banjir paling parah adalah Susukan dan Panguragan, karena daya surut di kawasan tersebut kurang baik.

Pihaknya pun telah mengerahkan pompa untuk menyedot air yang merendam dua wilayah itu agar secepatnya surut.

"Kami masih melakukan asesmen sehingga belum diketahui berapa total rumah terendam banjir," ujar Alex Suheriyawan.

Baca juga: Di Indramayu Banyak Suami Ceraikan Istri, Alasannya soal Kebutuhan Biologis karena Istri Lakukan Ini

Baca juga: Sepasang Pria dan Wanita Muda Kepergok di Balik Selimut Sedang Apa? Polisi Gerebek Kos di Kota Tasik


Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved