Breaking News:

VIDEO - Kuningan Gelar PPKM, Sekolah Pun Secara Daring, MI Plus An-Nur Malah KBM Tatap Muka

Para murid mengenakan pakaian bebas dan mengikuti kegiatan di ruang kelas seperti pada biasanya.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Memasuki hari kedua penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kuningan, semua satuan pendidikan di Kuningan melakukan Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring alias Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).

//

Pada kenyataannya, masih ada sekolah yang justru melangsungkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka.

Sekolah yang dimaksud adalah MI Plus An-Nur, yang terletak di Desa Manggari, Kecamatan Lebakwangi.

Saat ditemui di lingkungan sekolah, tampak terlihat murid MI Plus An-Nur datang tidak menggunakan seragam sekolah.

Para murid mengenakan pakaian bebas dan mengikuti kegiatan di ruang kelas seperti pada biasanya.

Kepala MI Plus An-Nur, Aep Saefullah mengatakan, pihaknya telah mengetahui surat edaran Bupati Kuningan yang melarang KBM dilakukan secara tatap muka.

“Kaitan dengan kegiatan dilakukan ini, bukanlah kegiatan belajar mengajar. Namun para murid hanya datang untuk mengumpulkan tugas dan menyetor hafalan,” kata Aep kepada wartawan, Selasa (11/1/2021).

Alasan para murid datang ke sekolah, kata Aep, bukan untuk melangsungkan KBM, tapi hanya  mengumpulkan laporan tugas-tugas para murid.

“Iya, kegiatan ini semua diketahui Satgas Covid-19 di Kecamatan. Kemudian ini dilakukan hanya seminggu sekali dan mereka datang bawa tugas. Seperti  tes hafalan dan tes ngaji, kemudian sisanya daring sesuai dengan ketentuan SE Bupati tersebut," ungkap Aep.

Menurutnya, MI Plus An-Nur memiliki pelajaran hafalan tahfidz dan matematika. Sehingga para murid perlu menyetor hafalan tersebut langsung kepada para guru.

“Kemudian untuk siswa hanya diminta datang ke sekolah satu kali dalam seminggu dengan jumlahnya pun dibatasi hanya 6 sampai 8 murid per kelasnya,” ujarnya.

Dari 316 murid yang ada, kata dia, penyetoran tugas dan hafalan dilakukan bergelombang tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

"Jadi kemarin Senin libur, sekarang Selasa masuk, Rabu libur lagi, Kamis masuk lagi, Jumat libur dan Sabtunya masuk lagi,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved