Breaking News:

Vaksin Covid 19

Vaksinasi Covid-19 di Bandung, Wagub Jabar Paling Pertama Disuntik, Ridwan Kamil Hanya Mendampingi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil hanya mendampingi dan tidak ikut divaksin karena sudah mendapat vaksin saat menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Simulasi vaksinasi vaksin Covid-19 di Puskesmas Margadadi Indramayu, Jumat (8/1/2021) 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di tingkat provinsi dan enam kabupaten dan kota di Jawa Barat, Kamis (14/1).

Namun demikian, persiapan vaksinasi sudah dilakukan di semua daerah di Jabar.

"Jadi sesuai jadwal, maka tanggal 14 di hari Kamis, Jawa Barat akan mulai proses vaksinasi pertama. Tahap 1 adalah di provinsi dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, di mana Wakil Gubernur, Kapolda Jabar, dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat akan disuntik pertama," kata Gubernur seusai melakukan pertemuan dengan para kepala daerah mengenai persiapan vaksinasi Covid-19 di Gedung Pakuan, Rabu (13/1) petang.

Daerah-daerah yang sudah siap dan ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk melakukan vaksinasi pertama di hari yang sama, katanya, ada tujuh daerah.

Yakni Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi. 

Tujuh daerah ini didahulukan, ujarnya, karena sesuai dengan daftar kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

Nanti setelah tujuh daerah ini menjalankan vaksinasi, selang beberapa hari kemudian, sisanya di seluruh Jawa Barat akan mulai vaksinasi. 

"Karena akan dievaluasi dulu seperti apa, menjadi pembelajaran ke daerah lain. Khusus untuk Bekasi, karena besok baru dimulai pemeriksaan kesehatan kepada kepala daerahnya, sehingga Bekasi saya sarankan dimulai di hari Jumat. Jadi ada enam yang bergabung dengan provinsi," katanya.

Pemilihan tujuh daerah yang melakukan vaksinasi pertama, katanya, adalah kewenangan pemerintah pusat. Dirinya menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang juga seharusnya mendapat perhatian khusus karena sudah lima minggu berturut-turut masuk zona merah.

"Jadi saya pertama mohon maaf karena kewenangan tujuh daerah pertamanya belum diserahkan ke provinsi. Saya akan mengajukan argumentasi biar distribusi nanti biar provinsi yang ngatur karena tahu mana yang membutuhkan, secara harian. Kami minta untuk didelegasikan ke provinsi," katanya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved