Breaking News:

Selama PPKM, Pemkab Cirebon Batasi Aktivitas Masyarakat di Luar Rumah Hingga Pukul 19.00 WIB

Karenanya, Pemkab Cirebon pun membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah hingga pukul 19.00 WIB.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Bupati Cirebon, Imron Rosyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tengah diberlakukan di Kabupaten Cirebon mulai 11 - 25 Januari 2021.

Karenanya, Pemkab Cirebon pun membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah hingga pukul 19.00 WIB.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Cirebon Nomor 360/32/BPBD tentang PPKM dalam rangka penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, mengimbau masyarakat Kabupaten Cirebon tidak beraktivitas di luar rumah melebihi batas waktu yang ditentukan.

Baca juga: Pemkab Cirebon Batasi Jam Operasional Pasar Tradisional, Minimarket, dan Swalayan Saat PPKM

Baca juga: Calon Kapolri Pilihan Jokowi Akhirnya Jatuh ke Komjen Listyo Sigit, Ini Profil Lengkap Listyo

Sebab, jika tidak maka akan disanksi sesuai Peraturan Bupati Cirebon Nomor 53 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Dalam perbup tersebut, sanksi yang diberikan bervariasi, dari mulai ringan, sedang, hingga berat bergantung pada jenis pelanggarannya.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat turut berpartisipasi aktif mencegah penyebaran Covid-19," kata Imron Rosyadi saat ditemui di Kantor Bupati Cirebon, Jalan Sunan Kalijaga, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/1/2021).

Ia mengatakan, lingkungan perkantoran atau tempat kerja juga diharuskan menerapkan bekerja dari rumah selama PPKM.

Adapun pembagian bekerja dari rumah ialah 75 persen dan pegawai yang bekerja di kantor 25 persen.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan lingkungan kerja pun harus diperketat lagi.

Tak hanya itu, pihaknya juga mewajibkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di semua tingkatan pendidikan secara daring.

"Kegiatan di tempat ibadah juga dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal dan menerapkan protokol kesehatan ketat," ujar Imron Rosyadi.

Baca juga: Raffi Ahmad Disuntik Vaksin Sinovac Bersama Jokowi, Nagita dan Rafatar Nonton di Rumah: Bismillah

Baca juga: Tukang Bakso Dihajar Preman Ngamuk di Bawah Jembatan Ampera, Gerobak Bakso Ikut Hancur

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved