Breaking News:

Polisi Terus Dalami Peredaran Uang Palsu di Indramayu, Juga Diedarkan di Luar Kota hingga Cimahi

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, total ada sebanyak 106 lembar uang palsu yang berhasil disita dari tangan para tersangka.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang saat mengungkap kasus peredaran uang palsu di Kabupaten Indramayu, Selasa (12/1/2021). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Beredarnya uang palsu yang ditemukan di Kabupaten Indramayu terus didalami polisi.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, total ada sebanyak 106 lembar uang palsu yang berhasil disita dari tangan para tersangka.

Sebanyak 6 orang tersangka pun berhasil diringkus polisi, mereka adalah DJL (18), AN (38), dan SOL (43), warga Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Uang Rupiah Palsu Diedarkan di Warung, Polisi Indramayu Pun Temukan Puluhan Uang 100 Dollar AS Palsu

Baca juga: INI Profil Indah Permatasari yang Resmi Menjadi Istri Komika Arie Kriting, Wali Indah Tak Hadir

Baca juga: Jadwal Pemadaman Listrik PLN Hari Ini, Sejumlah Wilayah di Majalengka Listrik Mati dalam Waktu 4 Jam

Selanjutnya, tiga tersangka lainnya merupakan warga Kabupaten Cirebon, yaitu KAS (44), DAR (18), dan KAS (58).

"Kemudian kita juga mengamankan 91 lembar dollar Amerika pecahan 100$ dari tangan tersangka," ujar dia didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara kepada Tribuncirebon.com, Rabu (13/1/2021).

AKBP Hafidh S Herlambang menyampaikan, setelah dilakukan pengembangan, para tersangka ini rupanya juga mengedarkan uang palsu ke sejumlah daerah.

Meliputi wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) hingga ke Cimahi.

Masih dijelaskan, AKBP Hafidh S Herlambang, berdasarkan hasil investigasi polisi, sebanyak 5 pelaku merupakan komplotan dari pelaku yang sebelumnya sudah diamankan.

Masing-masing oleh Polres Majalengka dan Polres Cimahi.

Polisi pun, hingga saat ini, masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap dari mana pencetakan uang palsu yang beredar tersebut.

"Pelaku dikenakan Pasal 244 KUHP dan atau Pasal 245 KUHP dan atau Pasal 36 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," ujar dia.

Baca juga: Link Live Streaming Presiden Jokowi Divaksin Covid-19, Jadwalnya Dimulai Pukul 10.00 Hari Ini

Baca juga: Link Live Streaming Thailand Open 2021 Rabu 13 Januari, Tujuh Wakil Indonesia Berlaga

Penulis: Handhika Rahman
Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved