Breaking News:

Satgas Covid-19 Langsung Bubarkan Pesta Pernikahan yang Digelar Saat PPKM Hari Pertama

Acara tersebut diketahui digelar bertepatan dengan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari pertama di Kabupaten Grobogan.

freepik.com
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUNCIREBON.COM- Satgas Covid-19 tingka kecamatan membubarkan pesta pernikahan di Dusun Gluntungan, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (11/1/2021).

Acara tersebut diketahui digelar bertepatan dengan pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hari pertama di Kabupaten Grobogan.

Akibatnya, petugas gabungan terpaksa langsung turun tangan bubarkan pesta pernikahan ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, pesta pernikahan itu digelar oleh seorang warga di dusun tersebut.

Baca juga: Disuntik Vaksin Sinovac Dua Kali, Gubernur Jabar Ridwan Kamil Pernah Rasakan Efek Samping Ini

Meski pesta pernikahan tidak diwarnai oleh pentas hiburan, namun kegiatan yang berpotensi mendatangkan banyak orang itu akhirnya dibubarkan oleh Satgas Covid-19 tingkat kecamatan.

Camat Kradenan, Sri Suhartini saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembubaran hajatan pernikahan yang memicu kerumunan massa di awal masa PPKM ini di Dusun Gluntungan.

"Padahal sudah disosialisasikan, namun tak dihiraukan. Memang tuan rumah tidak mendatangkan hiburan, tapi dalam kegiatan hajatan pernikahan tadi ada pemasangan tratak dan penggunaan sound system. Demi kebaikan bersama kegiatan ini tetap kita hentikan," jelas Suhartini saat dihubungi Kompas.com, Senin.

Menurut Suhartini, pembubaran hajatan pernikahan tersebut tidak sampai berujung menimbulkan keributan lantaran Sutikno, selaku tuan rumah penyelenggara hajatan bisa memahami langkah tegas pemerintah.

Baca juga: Minum Air Rendaman Biji Ketumbar Khasiatnya Tak Terduga, Kurangi Kolesterol Jahat, Obati Diabetes

Baca juga: PPKM Hari Kedua di Kuningan, Ada Sekolah yang Berani Gelar Tatap Muka, Klaim Cuma Mengumpulkan Tugas

Setidaknya Sutikno melanggar Surat Edaran (SE) Bupati Grobogan Nomor 443.1/7677/2020 tentang penghentian sementara kegiatan event hajatan pernikahan, pentas seni dan pengajian, serta SE Nomor 360/51/2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Grobogan.

Baca juga: Butuh 2-5 Hari Mengunduh Data FDR dalam Black Box untuk Pastikan Penyebab Kecelakaan Sriwijaya Air

"Kami memberikan penjelaskan kepada yang punya acara, bahwa sesuai dengan peraturan tersebut maka kegiatan pesta hajatan itu harus dihentikan sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19."

"Setelah mendapat penjelasan yang dilakukan secara persuasif, pihak tuan rumah bisa menerima penghentian kegiatan itu," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Grobogan, hingga Senin (11/1/2021), tercatat total ada 1.669 kasus positif Covid-19.

Rinciannya, 125 orang meninggal dunia, 1.287 orang sembuh, dan sisanya dirawat di rumah sakit dan menjalani isolasi mandiri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tetap Ngeyel Gelar Pernikahan di Masa Pembatasan Kegiatan, Satgas Covid-19 Langsung Turun Tangan

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved