Breaking News:

PSBB Jawa dan Bali

PSBB yang Harus Diterapkan di Sektor Pariwisata, Mulai dari Screening hingga Rapid Test Antigen

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan pemerintah daerah

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Petugas Urkes Polresta Cirebon saat melakukan rapid test antigen di Pos Penyekatan Gronggong, Kabupaten Cirebon, Jumat (1/1/2021) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan pemerintah daerah di tingkat kota dan kabupaten untuk menyelaraskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Barat.

Kepala Disparbud Jabar Dedi Taufik mengatakan hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Jabar tentang Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional di 20 kabupaten/kota di Jabar dalam rangka penanganan Covid-19.

20 daerah yang akan memberlakukan PSBB proporsional atau PPKM, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Baca juga: Saat Magrib Mau ke Musala, Dua Hari Kemudian Kakek Sakam Ditemukan Tewas Mengambang

Selain itu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Garut, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sukabumi.

Di luar daerah tersebut, Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberlakukan di Kota Cirebon, Kota Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran.

“Berdasarkan data per 10 Januari 2021, terdapat enam daerah di Jabar berada di zona merah, 15 daerah berkategori zona resiko sedang. Ada beberapa kesepakatan hasil rapat koordinasi dengan dinas pariwisata tingkat kabupaten kota,” katanya di Bandung, Selasa (12/1/2021).

Beberapa isu strategis yang disepakati adalah penerapan PSBB di zona merah melakukan penutupan sejumlah destinasi wisata seperti di Kabupaten Garut, lalu menurunkan kapasitas tempat wisata sebesar 25 persen, meningkatkan patroli protokol kesehatan, dan pengawasan ketat di destinasi wisata lain seperti di daerah Bekasi, Karawang, Ciamis, dan Depok.

Baca juga: Banyak Perusahaan di Karawang Tak Laporkan Karyawannya yang Positif Covid-19, Jadi Klaster Baru

Sedangkan sektor pariwisata di kabupaten kota yang berada di zona oranye, selain memperketat protokol kesehatan, mengurangi kapasitas 25 persen, juga meningkatkan screening wisatawan yang masuk dengan rapid test antigen.

Kemudian, dilakukan implementasi Kepgub Jabar Nomor 443 tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan di Sektor pariwisata, kebudayaan, dan ekraf yang mengatur tentang waktu operasional tempat wisata, hotel, restoran, mall, sanggar, dan kolam pancing, beserta kapasitas maksimalnya selama PSBB.

Ada beberapa hal yang mengemuka selama ini yaitu terkait pengaturan tentang event pernikahan nongedung, kolam pancing di kawasan rural, serta permintaan bantuan rapid test untuk screening pengunjung di destinasi wisata.

Baca juga: Mobil Terobos Lampu Merah, lalu Hantam Motor hingga Ringsek di Palabuhanratu Sukabumi

“Disepakati bahwa kabupaten kota harus konsisten merujuk ke zona resiko dalam antisipasi lonjakan Covid-19. Lalu meningkatkan kepatuhan untuk industri wisata dan pelaku wisata melalu screening rapid test antigen,” kata dia.

“Dibentuk juga posko prokes dan manajemen gugus di masing-masing tempat wisata, hotel, dan restoran, pengawasan dan edukasi pelaku dan pengunjung dan cek poin antar wilayah dengan screening rapid test antigen,” kata Dedi.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved