Breaking News:

Ditpolairud Polda Jabar Catat Jumlah Kecelakaan Air Selama 2020 Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya

Direktorat Polairud Polda Jabar mencatat jumlah kecelakaan air selama 2020 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Direktorat Polairud Polda Jabar mencatat jumlah kecelakaan air selama 2020 meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Direktur Polairud Polda Jabar, Kombes Pol Widihandoko, mengatakan, kecelakaan air di di wilayah hukum Polda Jabar pada 2019 mencapai 77 kejadian.

Sementara kecelakaan air sepanjang 2020 mencapai 144 kejadian atau meningkat hampir dua kali lipatnya.

Baca juga: Begini Penerapan PSBB untuk Sektor Pariwisata di Jabar, Termasuk di Ciayumajakuning

Baca juga: 3 Orang Korban Sriwijaya Air Berhasil Diidentifikasi Melalui Bagian Tubuh yang Ditemukan Ini Namanya

"Dari segi kuantitas memang peningkatannya cukup banyak," kata Widihandoko saat ditemui di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jalan Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Selasa (12/1/2021).

Ia mengatakan, seluruh kecelakaan itu merupakan kasus orang tenggelam, baik di pantai maupun waduk atau danau yang berada di wilayah hukum Polda Jabar.

Rata-rata peristiwa kecelakaan air yang terjadi selama 2020 tersebut terjadi di wilayah Sukabumi.

Para korbannya terdiri dari nelayan yang melaut untuk mencari ikan hingga pengunjung obyek wisata air.

"Tapi, kebanyakan korbannya dari kalangan pengunjung wisata air," ujar Widihandoko.

Baca juga: PENEMUAN Babi Hutan di Hutan di Pangandaran Bikin Heboh Warga, Bagong Itu Disebut Warga Agak Mistis

Sebab, menurut dia, mereka tidak tahu karakteristik tempat wisata air dan langsung berenang kemudian terbawa ombak.

Bahkan, pihaknya pernah menangani kasus nelayan hilang di pantai selatan Jawa Barat, namun perahunya ditemukan di perairan Ujunggenteng.

Rupanya perahu tersebut terombang-ambing ombak di lautan hingga terbawa ke perairan yang menjadi perbatasan Jawa Barat dan Banten tersebut.

Baca juga: Pilot Sriwijaya Air SJ 182 Kapten Afwan Sempat Lari ke Mushala Sebelum Terbang, Ini Status WA-nya

"Kami mengimbau selalu berhati-hati, karena arus pantai selatan ini tidak bisa diprediksi dan membahayakan," kata Widihandoko.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved