Breaking News:

VIDEO - Kolam Renang Pertama di Majalengka Tempat Mandi Keluarga Raja, Kondisinya Terbengkalai

Pemanfaatan Tamansari Sang Raja sebagai kolam renang bertahan hingga sekitar 2010. Sempat ada pembenahan pada 2010, namun kini kondisinya terbengkalai

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Di zaman modern seperti sekarang ini, keberadaan lokasi wisata kolam renang mudah dijumpai dimana-mana.

Hampir di setiap daerah memiliki kolam renang favorit untuk dikunjungi wisatawan.

Di Majalengka misalnya, kolam renang Jembar Waterpark di Kasokandel atau kolam renang Tirta Indah di Sindangwangi menjadi bukti keberadaan kolam renang masa kini.

Baca juga: Komnas HAM Bilang Polisi Lakukan Tindakan Unlawfull Killing, Minta Polisi yang Menembak Dipidana

Baca juga: Idham Azis Kini Dalam Masalah Besar, Komnas HAM Tuduh Polisi Hapus CCTV Saat Membunuh Laskar FPI

Baca juga: Gisel Ceroboh karena Berani Mengabadikan Adegan Wik Wik dengan Nobu, Nikita Mirzani Beri Tanggapan

Namun, tahukah Anda kolam renang pertama di Majalengka yang kini usianya sudah beratus-ratus tahun?

Di Kelurahan Cigasong, Kecamatan Cigasong Anda bisa menemui kolam renang pertama tersebut.

Ya, kolam renang yang dinamakan Sang Raja itu disebut-sebut sebagai tempat pemandian pertama yang ada di kabupaten berjuluk Kota Angin ini.

Kesan tua pada kolam renang Sang Raja sendiri sudah terlihat dari pemandangan sekitarnya.

Di sana masih terlihat beberapa pohon berukuran besar, yang disebut-sebut ada sejak lama.

Sementara air di kolam terlihat berwarna keruh cenderung kehijau-hijauan.

Menurut catatan sejarah yang ada, Sang Raja sudah ada sejak sekitar tahun 1800-an.

Saat itu, penyebutannya masih menggunakan istilah Tamansari.

Di tempat itulah, keluarga raja biasa bercengkerama atau dahulu disebut kedaleman.

"Awal mulanya dibangun oleh Demang Santana Sastra Permana sekitar tahun 1800, tempat bermainnya keluarga Tumenggung Natakarya. Sebenarnya sudah ada juga sejak tahun 1600, jadi keluaga Tumenggung ini meneruskan atau merawat kolam pemandian ini. Sementara, Demang Santana Sastra Permana itu anaknya Tumenggung Natakarya," ujar Ketua Grup Majalengka Baheula (Grumala), Naro kepada Tribuncirebon.com, Sabtu (9/1/2021).

Keberadaan Tamansari bertahan hingga ratusan tahun.

Meskipun sistem pemerintahan tidak lagi memakai kerajaan, Tamansari Sang Raja tetap bertahan.

Di tahun 1912, tahap renovasi kembali dilakukan yang ditandai pembangunan tugu di dekat pintu masuk area.

Renovasi dilakukan oleh Bupati ke-7 Majalengka bernama Raden Adipati Arya Sastrabahu.

"Pada 1927 dilakukan pemugaran kembali tahap tiga kali diresmikan, yang dilakukan oleh keponakannya Bupati ke-7 tersebut, yaitu Raden Mas Aria Adipati Suriatanudibrata. Saat itu masyarakat sudah banyak berkunjung," ucapnya.

Bahkan, peresmian tersebut sempat dimuat oleh media Bataviaasch Nieuwsblaad.

"Ada berita di Bataviaasch Nieuwsblaad terbitan 5 Maret 1927 tentang peresmian kolam renang baru itu, atas permintaan masyarakat, mungkin kaum ningrat Majalengka. Peresmian ini dihadiri banyak tamu, termasuk para Bupati tetangga, baik dari Cirebon, Kuningan maupun Indramayu," ungkap dia.

Pada era 1980-an, kolam renang itu sudah dikomersialkan.

Tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke sana untuk menikmati kolam renang Sang Raja.

Pemanfaatan Tamansari Sang Raja sebagai kolam renang bertahan hingga sekitar 2010.

Sempat ada pembenahan pada 2010, namun kini kondisinya cenderung terbengkalai.

"Padahal ini sarat dengan sejarah Majalengka. Bersaing dengan kolam renang modern mungkin sulit. Namun Sang Raja ini memiliki kelebihan tersendiri, ada nilai-nilai sejarah. Itu bisa jadi daya tarik jika kolam renang ini benar-benar ditata," papar Bang Naro sapaan akrabnya.

Sebab, keturunan dari Demang Santana Sastra Permana yang saat ini mengurus Sang Raja mengatakan, pada era 1980-an kolam renang ini masih ramai dikunjungi.

Sang Raja vakum pada tahun 1990-an.

Sayang, kini kondisi kolam renang pertama di Majalengka itu terlihat jauh dari kata layak.

"2010 sempat dipoles lagi, bahkan dibikin kolam renang tambahan. Jadi ada dua kolam renang. Namun kemudian ya sekarang begini lagi," katanya.

Hingga saat ini, masih ada warga sekitar yang memanfaatkan kolam itu untuk kebutuhan mandi atau mencuci.

Kolam renang tambahan yang dibangun pada 2010 lalu digunakan budidaya ikan dengan ukurannya 15x25 meter dan kedalaman sekitar 2 meter.

Untuk kembali menggeliatkan kolam renang tersebut, Pemerintah Kabupaten Majalengka akan membenahi kembali secepatnya.

Tentunya, dengan tidak menghilangkan jejak sejarahnya yang diharapkan jadi daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Majalengka. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved