Breaking News:

Dewan Majalengka Tolak Wacana Pilkada Dimajukan ke Tahun 2022, Ini Alasannya

Sehingga, jika Pilkada dilaksanakan maju setahun dari ketentuannya sudah dipastikan semua partai menyatakan ketidaksiapannya.

Dewan Majalengka Tolak Wacana Pilkada Dimajukan ke Tahun 2022, Ini Alasannya
Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Anggota DPRD Majalengka, Dasim Raden Pamungkas

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Anggota DPRD Majalengka, Dasim Raden Pamungkas menjadi salah satu orang yang menolak wacana gelaran Pilkada dilaksanakan pada tahun 2022.

Menurutnya, Pilkada Majalengka khususnya secara normatif akan dilaksanakan pada tahun 2023.

Sehingga, jika Pilkada dilaksanakan maju setahun dari ketentuannya sudah dipastikan semua partai menyatakan ketidaksiapannya.

"Yang paling penting akan menggangu jalan pembangunan karena dipastikan semua pihak akan fokus suksesi Pilkada tahun 2022 yang tinggal satu tahun lagi, jelas saya tidak setuju," ujar Dasim, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Antisipasi Pilkada Digelar 2022, KPU Majalengka Ajukan Anggaran ke DPRD Rp 121 Miliar

Baca juga: KPU Majalengka Masih Menunggu Keputusan Pusat Terkait Wacana Gelaran Pilkada 2022

Selain itu, Dasim menyebut, Bupati dan Wakil Bupati hasil pemilihan tahun 2018 baru melaksanakan visi-misi yang sesungguhnya di tahun 2021 dan 2022.

Sebab, tahun 2019 masa transisi, sementara di tahun 2020 ada Pandemi Covid-19.

"Jika Pilkada dilaksanakan tahun 2022 maka masyarakat Majalengka belum bisa menilai kinerja dari bupati dan wakil bupati hasil pilkada tahun 2018," ucap politisi Nasdem tersebut.

Untuk partai Nasdem sendiri, sambung dia, belum juga menyatakan kesiapannya andai Pilkada benar-benar dilaksanakan di tahun 2022.

Sebab, tahun 2021 agenda partai sedang melakukan penguatan struktur dan infrastruktur partai belum ada rencana untuk mencari figur calon Bupati atau wakil Bupati majalengka ke depan.

Masalah lain juga harus memperhatikan kesiapan anggaran untuk bisa melaksanakan Pilkada tahun 2022.

Dana cadangan untuk Pilkada baru dialokasikan di APBD tahun 2021 walaupun revisi perda tentang dana Pilkada belum dibahas antara eksekutif dengan DPRD.

"Kita juga harus menghitung berapa besaran anggaran yang dibutuhkan KPU untuk melaksanakan pesta demokrasi memilih pemimpin Majalengka jika pilkada dilaksanakan tahun 2022, atau akan berpedoman kepada besaran anggaran pilkada tahun 2018 yang lalu," jelas dia.

Baca juga: Pria Tabrak Dua Balita Hingga Tewas, Pelaku Minta Anaknya Gantikan Jadi Tersangka: Kan Aku Sudah Tua

Baca juga: Mantan Penyidik KPK Pimpin Polres Majalengka, Begini Perjalanan Karir AKBP Syamsul Huda

Seperti diketahui, wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dimajukan dari 2023 menjadi 2022 telah mengemuka. 

Hingga sekarang, DPR RI masih menggodok rancangan undang-undang (RUU) Pemilu yang dicanangkan paling lambat pertengahan tahun 2021 untuk disahkan menjadi Undang-undang.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved