Breaking News:

Mensos Risma Blusukan, Soroti Kehidupan Pemulung, Anggota Dewan Ini Ejek Risma Terlalu Lebay: Norak!

Saat  blusukan,  Risma bertemu dengan seorang pemulung dan istrinya yang tengah mendorong gerobak di flyover Jalan Pramuka.

Capture Kompas TV
Menteri Sosial Tri Rismaharini 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Nasdem Nurhadi tak mempermasalahkan Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan di beberapa titik di DKI Jakarta.

//

Ia menilai, blusukan tersebut sudah menjadi kebiasaan dan pola kerja Risma untuk mengetahui situasi di lapangan.

"Mungkin kebiasaan Ibu Tri Rismaharini untuk blusukan adalah gaya bekerja beliau agar lebih tahu persoalan yang ada di lapangan," kata Nurhadi saat dihubungi, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Puluhan Pejabat Kuningan Kaget di Tengah Rakor Tiba-tiba Didatangi Petugas BNN untuk Tes Urine

Baca juga: Selama PBSM di Jawa dan Bali 11-25 Januari, Kegiatan Keagamaan Juga Dibatasi dan Prokes Makin Ketat

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Burung Hantu Tyto Alba, Punya Julukan Si Predator, tapi Sahabat Sejati Petani

Namun, Nurhadi mengingatkan Risma untuk tetap memperhatikan tugas lain di Kementerian Sosial.

Salah satunya, membenahi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar distribusi bantuan sosial menjadi tepat sasaran.

"Ada PR yang lebih penting seperti misalnya permasalahan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga harus menjadi atensi Ibu Mensos agar Bansos tepat sasaran, tidak ada celah untuk dikorupsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Nurhadi mengingatkan, Kementerian Sosial telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,36 triliun dalam RUU APBN 2021 untuk membenahi DTKS yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat.

"Peningkatan kualitas data terpadu merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo agar penyaluran bantuan pemerintah tepat sasaran dan efektif mendorong perekonomian," kata dia.

Adapun semenjak resmi bertugas sebagai Mensos, Risma beberapa kali blusukan ke sejumlah tempat di Jakarta. Antara lain, di sekitaran kantor Kementerian Sosial, lalu ke kolong tol di Pluit, Jakarta Utara. 

Risma juga sempat berbincang dengan tunawisma di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. 

Saat  blusukan pada Senin (28/12/2020),  Risma bertemu dengan seorang pemulung dan istrinya yang tengah mendorong gerobak di flyover Jalan Pramuka.

Risma pun berbincang dengan pemulung tersebut, termasuk bertanya perihal penghasilan sehari-hari yang didapat pemulung tersebut. Setelah mendengar curahan hati pemulung,

Risma berjanji akan mencarikan rumah layak huni sekaligus memberikan pelatihan agar si pemulung bisa memperbaiki kualitas hidup.

"Bapak, Ibu, saya carikan rumah jadi enggak perlu ada biaya ngontrak. Tetap cari sampah seperti ini. Nanti sampah dari Kementerian Sosial bisa untuk Bapak. Sambil saya ajari usaha. Masak mau terus kayak gini, ya. Mau ya," kata Risma.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kegiatan blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini menunjukkan sikap seorang pemimpin yang menyatu dengan rakyat.

Menurut dia, tradisi menyapa masyarakat secara langsung mesti jadi bagian dari kultur kepemimpinan nasional.

"Tradisi blusukan ini juga dilakukan oleh Presiden Jokowi sebelumnya ketika beliau menjadi gubenur, sehingga ini harus menjadi bagian kultur kepemimpinan nasional kita, seorang pemimpin yang menyatu dengan rakyat," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa (5/1/2020).

Jangan Lebay

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengomentari aksi blusukan Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini di Jakarta.

Dia menilai, blusukan tersebut dikemas berlebihan sehingga terlihat tidak elok di mata publik.

"Jangan lebay aja, dikemas berlebihan norak jadinya. Yang dilakukan bu Risma termasuk kategori berlebihan," ujar Mujiyono saat dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Mujiyono bahkan menawarkan Risma apabila ingin bertemu gembel di Jakarta, jangan mencari di daerah steril seperti Sudirman-Thamrin yang akan jarang terlihat.

Dia mengatakan, sebaiknya Risma datang ke daerah kumuh di Jakarta Barat karena di sana bisa banyak ditemukan gelandangan.

"Kalau mau lagi (ketemu gelandangan) sono di Jakarta Barat," tutur politisi Demokrat itu.

Menurut Mujiyono, di sekitar bantaran Kali Angke masih banyak gelandangan berkeliaran karena memang merupakan daerah kumuh dan padat penduduk Jakarta.

Dia tak segan mengatakan apa yang dilakukan Risma merupakan gerakan politis untuk mencari citra di tengah masyarakat.

"Sekali lagi saya bilang apapun aktivitas politik yang dilakukan tokoh politik pasti bernuansa politis," kata dia.

Bukan Hanya di Jakarta

Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengomentari aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di wilayah Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat.

Irwandi menegaskan, masalah gelandangan atau tunawisma bukan hanya ada di Jakarta, tapi juga di seluruh kota besar di Indonesia.

"Saya bukan membela diri. Permasalahan tunawisma itu bukan di Jakarta saja. Ke Surabaya deh, di Medan, di Bandung. Ada enggak kota besar yang enggak ada manusiawi gerobak?" kata Irwandi saat dihubungi, Selasa (5/12/2020).

Irwandi menegaskan pihaknya sudah berkali-kali berupaya menertibkan tunawisma yang ada di wilayah Jakarta Pusat.

Salah satunya dengan menawarkan mereka untuk tinggal di rumah susun. Namun, rusun itu tidak ditinggali dan mereka justru kembali menggelandang di jalan.

"Karena mata pencaharian dia di situ, dia mulung di daerah Menteng, sulit kita kasih rusun. Kita pernah coba tunawisma taruh rusun, rusunnya kan jauh, itu enggak bakal ditempatin. Gerobaknya ditaruh mana, mulungnya dimana, di rusun enggak bisa mulung, pasti lari," ujarnya.

Irwandi menyebut para tunawisma di Jakarta umumnya mempunyai rumah di kampung halaman mereka. Pemkot Jakpus sudah berkali-kali memulangkan para tunawisma yang menggelandang di jalanan Ibu Kota.

Namun mereka kembali datang ke Jakarta karena tak memiliki mata pencaharian di kampungnya.

"Manusia gerobak kan banyak, kita angkutin muncul lagi. Kita pulangin balik lagi. Jadi enggak bisa," ujarnya.

Irwandi mengaku siap berkolaborasi dengan Kementerian Sosial terkait masalah tunawisma ini.

Ia mencontohkan dalam blusukan Risma sebelumnya di kolong jembatan Pegangsaan. Pemkot Jakpus langsung menindaklanjuti dengan membongkar bangunan semi permanen yang didirikan di kolong jembatan itu.

Kolong jembatan itu akan segera diubah menjadi taman rekreasi agar tak lagi ditempati oleh pemulung.

"Saya bersihin tuh yang Pegangsaan. Tapi kalau yang di situ (Sudirman-Thamrin) itu kan enggak ada gubuknya. Dia hanya ngadem di situ, terus nanti jalan lagi. Kalau kita ikutin, wah se-Jakarta itu," kata Irwandi.

Irwandi mengaku siap mendukung jika Kemensos mempunyai solusi konkret untuk mengatasi masalah ini. Namun, ia mengaku sampai saat ini belum diajak berkomunikasi oleh Risma.

"Saya kalau diajak bareng-bareng ayo. Enggak pernah diajak saya. Saya siap backup," ujarnya.

Sejak dilantik sebagai Mensos pada 23 Desember 2020 lalu, Risma sudah beberapa kali melakukan blusukan di wilayah Jakarta.

Terakhir, pada Senin (4/1/2021) kemarin, ia blusukan melintasi kawasan Jalan Sudirman – Thamrin, Jakarta Pusat.

Dalam blusukan tersebut, mantan Wali Kota Surabaya itu menemukan sejumlah gelandangan yang tak memiliki rumah di Jakarta. Ia kemudian menghampiri dan mengajak para tunawisma tersebut untuk berdialog.

“Ikut saya ya Pak, nanti saya carikan Balai. Nanti ada temannya banyak, nanti masih bisa mulung. Saya bantu cari kerjaan, supaya bisa makan, supaya bisa tidur, ndak kehujanan” ungkap Risma sembari mengajak salah seorang pemulung yang terlihat tidur di pinggiran toko, seperti dikutip dari Kompas TV

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Risma Blusukan di DKI, Anggota DPR Ingatkan Benahi Data Kesejahteraan Sosial"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved