Breaking News:

PSBB di Jawa dan Bali

Anda yang Tak Berkepentingan Sebaiknya Jangan Dulu ke Kota Bandung, PSBB Bakal Lebih Ketat Lho

Bandung kembali bersiap untuk melaksanakan PSBB dengan akan lebih tegas dalam penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan. 

Editor: Fauzie Pradita Abbas
ISTIMEWA
ilustrasi: Pengendara yang membandel tidak mengenakan masker langsung dihukum push-up oleh petugas di Jalan DI Panjaitan Indramayu, Sabtu (9/5/2020) sore 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa - Bali diberlakukan pemerintah. Di Kota Bandung kembali bersiap untuk melaksanakannya dengan akan lebih tegas dalam penindakan terhadap pelanggaran protokol kesehatan. 

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, saat ini, di Kota Bandung sudah memberlakukan pembatasan aktifitas di ruang publik seperti di cafe atau restoran hingga 30 persen.

Sedangkan menurut aturan PSBB Jawa Bali, aturannya 25 persen.

"Berarti tinggal meningkatkan lagi. Kemudian diikuti dengan penindakan terhadap pelanggaran jadi mungkin dengan pembubaran massa segala macam," ujar Ulung di Mapolrestabes Bandung, Kamis (7/1/2021). 

Pada PSBB di Kota Bandung yang diberlakukan sekira April 2020, diberlakukan cek point di sejumlah titik masuk Kota Bandung. Seperti Cibiru, di ruas dekat gerbang tol hingga di kawasan Pasteur.

Nah, apakah cek poin diberlakukan lagi?

"Soal cek poin nanti akan kami rapatkan dulu dengan pihak terkait gunanya untuk apa karena kami kan melihat misalnya kegiatan operasi yustisi, difokuskan pada klaster mana, jadi tidak asal sembarangan melaksanakan kegiatan," katanya. 

Ia mencontohkan, penularan Covid 19 dari klaster keluarga.

Namun, perlu ditelusuri keluarganya dari mana karena itu ada dampak lanjutannya. 

"Misalnya anaknya kemungkinan dia ke mall atau ke restoran atau berkerumun, karena itu penekanan pada cafe, restoran dan tempat publik lainnya itu selalu kita tekan terutama di tempat kerumunan sehingga kemungkinan pemberlakuan tutup jalan akan tetap kita laksanakan," ucapnya.

Kemudian, kata dia, pada PSBB awal, itu penekanannya lebih pada sosialisasi tentang protokol kesehatan. 

"Kalau sekarang kita mungkin kita lebih mengarah pada pelaksanaan pengawasan dan penindakan. Saat ini kan contohnya dari cafe atau restoran yang melebihi 30 persen atau melebihi jam tutupnya,langsung penyegelan. Sudah ada beberapa cafe yang sudah disegel contohnya nanti di pusat ini untuk tutup toko atau apa jam 19.00 WIB sedangkan kita kan 20.00 WIB mungkin kita percepat lagi jam 19.00 WIB," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved