Breaking News:

97 Pasutri Nikah Siri di Kuningan Langsungkan Isbat Nikah Dihadiri Bupati dan Ketua LKKS

pernikahan yang dianggap legal secara hukum adalah pernikahan yang dicatat oleh petugas pencatat nikah (PPN) atau yang ditunjuk.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Bupati Kuningan H Acep Purnama menyerahkan buku Akta Nikah dan pohon kepada pasangan suami istri akad siri sebelumnya 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Sebanyak 97 pasangan suami istri (pasutri) di Kuningan melangsungkan Itsbat Nikah di Kuningan Islamic Center, Rabu (06/01/2021).

Mereka sebelumnya melakukan nikah siri dan belum mencatatkan pernikahan secara negara.

"Pelaksanaan ini bertujuan untuk meningkatkan ketaatan hukum dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah sesuai dengan Visi Kuningan yang Makmur, Agamis, dan Pinunjul Berbasis Desa Tahun 2023," ungkap Bupati Kuningan H Acep Purnama di sela kegiatan , Rabu (6/1/2021).

Baca juga: Laga AC Milan vs Juventus Tetap Berlangsung Meski Bianconeri Dilanda Badai Virus Corona

Baca juga: Napi Teroris Mengakui NKRI di Lapas Cijoho, Begini Penjelasan Kalapas Kelas II Kuningan

Baca juga: Sikap Dermawan Dedi Mulyadi, Tegur Sopir Truk yang Parkir Sembarangan, tapi Tetap Beri Bantuan Uang

Kegiatan isbat nikah ini juga bermanfaat untuk pencatatan pernikahan, agar mendapat perlindungan hukum,l dan memudahkan urusan perbuatan hukum lain.

"Terkait dengan pernikahan sehingga akta nikah akan membantu suami istri untuk melakukan kebutuhan yang berkaitan dengan hukum di masa yang akan datang," katanya

Selain itu,  kata Acep, isbat nikah juga sebagai legalitas formal pernikahan di hadapan hukum karena pernikahan yang dianggap legal secara hukum adalah pernikahan yang dicatat oleh petugas pencatat nikah (PPN) atau yang ditunjuk.

"Semoga semua pasangan suami istri ini, bisa makin samawa dalam melangsungkan rumah tangga," katanya.

Sementara Ketua Kabupaten Kuningan LKKS Hj. Ika Acep Purnama, melaporkan LKKS dari tahun 2012 telah mengitsbatkan sebanyak kurang lebih 400 pasangan suami istri.

"Untuk tahun 2020 yang menjadi pendaftar ada 103 pasangan, tetapi setelah diverifikasi dan disortir oleh Kemenag dan Pengadilan Agama banyak yang tidak memenuhi persyaratan sehingga yang lulus sebanyak 97 pasangan," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved