Breaking News:

Ucapan Gus Dur 12 Tahun Lalu Tentang FPI Kejadian di Masa Pemerintah Jokowi: Organisasi Bajingan

Tak disangka ucapan Gus Dur tersebut benar-benar kejadian di masa pemerintahan Jokowi.

Editor: Mumu Mujahidin
Facebook Blontank Poer
Viral Foto Jokowi Cium Tangan Gus Dur yang Tak Senagaja Ditemukan Sang Fotografer. Jokowi duduk di samping Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Saat itu, Januari 2006, Jokowi baru beberapa bulan menjabat Walikota Solo, Jawa Tengah. 

"Dan saya sendiri juga sampai sekarang masih ingat, wasiat Gus Dur itu, dia ingin membubarkan organisasi kelompok Islam radikal garis keras," ujar Guntur Romli.

Guntur Romli lalu menjelaskan pada tahun 2008 Gus Dur pernah bilang bubarkan saja organisasi seperti Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan FPI.

"Kalau kita lihat MMI kan udah nggak laku, HTI udah dibubarkan. Nah memang tinggal FPI," kata Guntur Romli.

"Yang selalu saya ingat dari pesan Gus Dur ya memang ingin Indonesia ini bersih dari kelompok-kelompok garis keras, khususnya FPI.

Yang mengatasnamakan agama, yang mengatasnamakan Islam, tapi aksi-aksinya selalu mencoreng citra Islam, selalu menakut-nakuti kelompok yang lain," jelas Guntur Romli.

Eko Kuntadhi mengatakan artinya Gus Dur sudah memprediksi FPI akan mengacau di masa depan.

"Jadi pada tahun 2008 Gus Dur sudah memprediksi ini (FPI) bakal menjadi pengacau di masa yang akan datang. Makanya saat itu dia (Gus Dur) ngomong tegas ini harus dibubarkan dari Indonesia ya?," tanya Eko Kuntadhi.

"Kalau tahun 2008 itu FPI memang belum sebesar sekarang. Tapi Gus Dur kan emang sudah melihat bahwa potensi-potensi seperti macam FPI ini membahayakan, termasuk juga HTI," jelas Guntur Romli.

"Meskipun pada waktu itu banyak juga yang menolak. Yang menolak, yang katakanlah tidak setuju dengan pendapat Gus Dur. Khususnya teman-teman, katakanlah yang atas nama hak asasi manusia," lanjut Guntur Romli.

Mereka, kata Guntur Romli, menolak seruan Gus Dur karena dianggap bertentangan dengan prinsip kebebasan berserikat dan berkumpul.

"Kata mereka kan. Kalau memang ada yang melanggar dari FPI, ya orangnya aja diciduk, kemudian dimasukkan ke penjara. Tapi bagi Gus Dur itu tidak cukup," kata Guntur Romli.

"Kenapa? ya kalau saja juga melihat bahwa karena organisasi semacam FPI ataupun juga HTI itu sudah jadi organisasi kejahatan. Kalau bahasa Gus Dur itu kan, FPI organisasi bajingan," jelasnya.

"Kalau kita lihat ini ada sebuah wadah, sebuah organisasi yang sudah melakukan kejahatan secara terstruktur ya. Lalu organisasi, ada perekrutan dan lain-lain sebagainya," kata Guntur Romli.

Guntur Romli mengatakan kabar dari Ketua Harian Kompolnas Benni Mamutu, ada 37 teroris yang latar belakanganya adalah FPI.

Baca juga: Menstruasi Hanya 2 Hari Lebih dari 3 Bulan Segera Konsultasi ke Dokter, Kenali Penyebabnya

Baca juga: Kata MYD Usai Diperiksa Selama 11 Jam Terkait Kasus Video Syur dengan Gisel, Sebut Maaf dan Keluarga

"Kalau kita baca sejarah FPI, informasi itu tidak mengejutkan. Tahun 2000-an itu kita ngomong itu. Ada yang namanya Abu Rimba FPI Aceh yang sudah terlibat dengan terorisme. Kemudian ada Syarif yang di Cirebon," ujarnya.

Jadi, kata Guntur Romli, apa yang dipandang, apa yang dilihat oleh Gus Dur sekarang sudah menjadi kenyataan.

Sudah menjadi kenyataan bahwa organisasi FPI sudah layak dibubarkan karena terlibat dengan aksi-aksi kekerasan.

"Apalagi sekarang sudah pakai senjata api, kemudian juga terlibat dengan terorisme. Maka itu sudah menjadi alasan yang sangat kuat. Nunggu apalagi pemerintah.

Nunggu apalagi negara untuk tidak membubarkan atau melarang organisasi macam FPI," jelas Guntur Romli. (TRIBUN-TIMUR.COM/ Sakinah Sudin)

(*/ tribunmedan.id)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Berjumpa saat Jadi Wali Kota Solo, Jokowi Lakukan Permintaan Gus Dur 12 Tahun Lalu, Apa Itu?

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved