Breaking News:

Covid-19 Belum Selesai, Musuh Dokter Diprediksi Bertambah, Penyakit Baru Mungkin Muncul dari Afrika

Seorang dokter memperingatkan adanya kemunculan penyakitan baru mematikan yang bisa menyebar cepat seperti Covid-19

bbc.co.uk/kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM- Seorang dokter yang dulu pernah membantu menemukan Ebola pada 1967 lalu, memperingatkan adanya kemunculan penyakitan baru yang mematikan.

Dia menyebut penyakit tersebut bisa menyebar cepat seperti Covid-19, tapi bisa sama mematikannya dengan virus Ebola.

Seperti yang dilansir Mirror, Professor Jean-Jacques Muyembe Tamfum berkata umat manusia menghadapi sejumlah tantangan yang bisa mengancam populasi.

Ia menyebut ada virus baru yang muncul dari hutan tropis Afrika yang dapat menyebar dengan cepat.

"Kita sekarang berada di dunia di mana patogen baru akan keluar," kata profesor itu kepada CNN.

"Dan itulah yang merupakan ancaman bagi kemanusiaan."

Ditanya apakah ada penyakit baru itu yang bisa lebih apokaliptik daripada Covid-19, dia berkata: "Ya, ya, saya kira begitu."

Baca juga: Chelsea Cuma Bisa Menang 1 Kali dari 7 Partai, Lampard Out Mulai Menggema di Medsos

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Akan Cair Mulai Januari Hingga April 2021, Setiap KK Dapat Rp 300 Ribu/Bulan

Jean-Jacques Muyembe-Tamfum dari Kongo (Kiri) berpose dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Kanan) setelah menerima Penghargaan Ketiga Hideyo Noguchi Afrika dalam kategori penelitian medis pada upacara penghargaan di Tokyo pada 30 Agustus 2019 di sela-sela acara Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD).
Jean-Jacques Muyembe-Tamfum dari Kongo (Kiri) berpose dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe (Kanan) setelah menerima Penghargaan Ketiga Hideyo Noguchi Afrika dalam kategori penelitian medis pada upacara penghargaan di Tokyo pada 30 Agustus 2019 di sela-sela acara Konferensi Internasional Tokyo tentang Pembangunan Afrika (TICAD). (Kazuhiro NOGI / AFP)

Komentarnya itu ia ucapkan saat seorang wanita yang menunjukkan gejala demam berdarah di Ingende, sebuah kota terpencil di Republik Demokratik Kongo (RDK).

Wanita itu dites untuk beberapa penyakit, termasuk Ebola, tetapi semuanya negatif.

Karenanya, hal itu memicu kekhawatiran bahwa penyakitnya mungkin disebabkan oleh apa yang disebut 'Penyakit X'.

Halaman
123
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved