Breaking News:

Denda Pelanggaran Prokes di Sumedang Capai Rp 72 Juta Lebih dalam Periode Kurang dari Satu Bulan

Bambang mengatakan, besaran denda untuk perorangan yang tidak memakai masker, maksimal Rp 100 ribu.

Istimewa
Sejumlah warga pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Sumedang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang hingga saat ini telah memberikan sanksi denda terhadap 2.166 orang pelanggar protokol kesehatan.

Pemberian sanksi tersebut berlaku sejak 17 Desember hingga 2 Januari 2021.

Sanksi denda itu diterapkan sesuai dengan Perbup nomor 128 tahun 2020 sebagai pengganti Perbup nomor 74 Tahun 2020 tentang Penerapan Sanksi Administratif Pelanggaran Tertib Kesehatan dalam Pelaksanaan AKB dalam Penanggulangan Covid-19.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Riyanto, mengatakan, dari 2.166 pelanggar protokol kesehatan pihaknya telah mengumpulkan uang denda sebesar Rp 72.337.500 dan uang tersebut masuk ke kas daerah.

"Karena ini peraturan bupati, jadi kita harus tegas. Jadi, pada saat pelanggar tidak punya uang, KTP-nya kita sita," ujar Bambang saat dihubungi Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (3/1/2021).

Setelah penyitaan KTP oleh petugas, kata Bambang, pelanggar protokol kesehatan tetap harus membayar karena peraturan bupati itu sifatnya tidak tebang pilih dan tidak diskriminatif, sehingga siapapun yang melanggar harus membayar denda.

Bambang mengatakan, besaran denda untuk perorangan yang tidak memakai masker, maksimal Rp 100 ribu.

Sementara untuk pengguna transportasi umum dan pribadi tidak memakai masker serta melebih kapasitas penumpang, dendanya Rp 150 ribu.

"Kemudian untuk dunia usaha seperti minimarket, supermarket, dan destinasi wisata denda maksimal bisa Rp 300 ribu sampai dengan Rp 500 ribu," katanya.

Dalam penerapan sanksi denda ini, pihaknya telah membangun tiga posko, yakni di Kawasan Jatinangor, Alun-alun Sumedang, dan di wilayah Kecamatan Tomo.

"Teknisnya kita juga berkoordinasi dengan para camat karena ditingkat kecamatan ada tim gabungan  dari Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam)," ucap Bambang.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga telah menyiapkan tim patroli yang mobile untuk menjangkau titik yang tidak terjangkau oleh petugas yang bersifat statis di lapangan.

Baca juga: Wisatawan Air Terjun Buatan Indramayu Pilih Pulang, Takut Kerumunan Pengunjung yang Membludak

Baca juga: Zodiak Cinta Besok, Senin 4 Januari 2021: Libra Muak dengan Pasangan, Aries Ada yang Menyakitimu

Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved