Breaking News:

Libur Tahun Baru 2021, TWA Gunung Tangkuban Perahu Sepi Wisatawan Asal Jabotabek

Memasuki libur tahun baru 2021, masyarakat asal Jabotabek yang berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu, Ciater, Kabupaten Subang menurun

Istimewa/Tribunjabar.id-Irvan Maulana
Memasuki libur tahun baru 2021, masyarakat asal Jabotabek yang berwisata ke Gunung Tangkuban Parahu, Ciater, Kabupaten Subang menurun 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Memasuki libur tahun baru 2021, masyarakat asal Jabotabek yang berwisata ke Gunung Tangkuban Perahu, Ciater, Kabupaten Subang menurun hingga 70 persen.

Kondisi ini disinyalir akibat adanyai Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang diberlakukan di masing-masing kota tersebut.

Seperti terpantau pada Sabtu (2/1/2021), pelancong yang berwisata ke Tangkuban Parahu terbilang sepi dibanding libur akhir tahun atau Idul Fitri di tahun-tahun sebelum pandemi.

Baca juga: Hari Kedua Libur Panjang Wisatawan Mulai Padati Kawasan Palutungan Kuningan, Kapolres Cek Lokasi

Baca juga: Ratusan Pendaki Rayakan Pergantian Tahun di Puncak Gunung Ciremai, Ada yang Batal Terhadang Cuaca

Hal ini juga dipengaruhi oleh Kesadaran masyarakat yang cukup tinggi terhadap imbauan pemerintah agar tidak bepergian keluar kota.

Rusnan Kaban Direktur Operasional PT. Graha Rani Putra Persada Taman Wisata Alam Takuban Perahu, dia mengatakan, bahwa liburan Natal dan Tahun Baru di tahun ini tidak kebanjiran pengunjung seperti biasanya.

"Saya sendiri bingung kenapa bisa sepi." imbuhnya.

"Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya mungkin 70 persen megalami penurunan," tambahnya lagi.

Dia menjelaskan biasanya libur akhir tahun dan idul fitri pengunjung mencapai 15.,000 orang, kebanyakan dari berasal dari kota-kota sekitaran ibu Kota.

"Biasanya banyak dari Cikarang, Karawang, Purwakarta dan Jakarta dan sekitaran Jabotabek. Tapi tahun ini pengunjung hanya berasal dari sekitaran Subang dan Bandung saja." kata Rusnan.

Ia menjelaskan tidak ada prosedur khusus untuk melancong ke TWA Tangkuban Parahu, kecuali prosedur yang sudah diumumkan pemerintah yakni menerakan protokol kesehatan.

"Saya kira semua sudah tahu, kita tidak ada prosedur khusus. Baik pengelola maupun masyarakat sudah tahu imbauan pemerintah harus bagaimana jika mau berwisata." ujarnya. (Tribun Jabar/ Irvan Maulana)

Editor: dedy herdiana
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved