Breaking News:

Kisah Tragis Badar, Coba Selamatkan Istri yang Tenggelam di Waduk Cirata, Malah Kehilangan Nyawa

Selain Badar, 4 penumpang sampan lainnya dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi pada Jumat

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/ Mega Nugraha
ILUSTRASI: Tim Basarnas di Waduk Cirata, Senin (25/12/2017). 

TRIBUNCIREBON.COM - Kisah tragis dialami Badar, warga Cianjur, Jawa Barat, saat sampan yang dia tumpangi bersama bersama istri dan para penumpang lainya tiba-tiba oleng dan terbalik di tengah waduk Cirata, Purwakarta.

Badar saat itu langsung terjun ke waduk untuk selamatkan istrinya. Namun, diduga kelelahan, Badar justru tenggelam dan tewas.

Selain Badar, 4 penumpang sampan lainnya dilaporkan tewas dalam insiden yang terjadi pada Jumat (1/1/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Warga Tenggelam di Sungai Cimanuk Majalengka, BPBD Masih Lakukan Pencarian

Baca juga: Klaster Pesantren Muncul di Kabupaten Cirebon, Update Total Kasus Covid-19 Hampir Capai 4.000 Orang

Baca juga: BANTUAN Token Listrik Gratis dari PLN Diperpanjang, Diakses Mulai 7 Januari 2021, Begini Caranya

"Lima selamat, lima meninggal," tutur Kepala Kantor SAR Bandung Deden Riswansyah.

Sementara itu, data korban tewas dalam insiden itu adalah korban Ai Latifah, Badar, Eneng, Aqila, dan Jian.

Sementara korban selamat yakni Angga, Fitri, Uca, Ika, dan Desi.

Sampan oleng

Deden menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada pukul 12.10 WIB. Saat itu, Badar dan sejumlah penumpang lainnya menuju ke kolam jaring apung untuk makan bersama.

Namun, setelah melaju lebih kurang 20 meter, sampan yang dikemudikan Angga tiba-tiba oleng dan terbalik.   

Akibatnya, istri Badar dan beberapa penumpang lainnya terjatuh ke perairan. Dugaan sementara, sampan tersebut kelebihan muatan.

Hal senada dikatakan Kapolsek Maniis, AKP Suparlan. Ia menginformasikan bahwa kejadian ini terjadi saat perahu tongkang yang dikemudikan membawa tujuh orang penumpang dan satu pengemudi mengarah ke kolam jaring apung (KJA) dari tepi danau.
"Setelah melaju sejauh 20 meter, perahu itu bergoyang tak seimbang dan mulai tenggelam karena kelebihan muatan. 
Pengemudi perahu melompat keluar perahu menyelamatkan diri bersama dua penumpang lainnya. Tapi, lima penumpang lain sampai sekarang belum ditemukan," katanya.
"Tim kami sedang di lokasi langsung membantu pencarian dan membantu evakuasi korban," ujarnya.
Perahu Tongkang itu terbalik pukul 12.10 WIB. Ketua RT 20 Kampung Pasirwetan, Desa Sinargalih, Budi mengatakan mereka ini hendak pergi ke KJA untuk melakukan makan-makan dalam rangka tahun baru. Ada sebanyak 10 orang yang pergi ke KJA menggunakan satu perahu tongkang. 
"Warga Kampung Pasirwetannya hanya Neng Ai Latifah (14) dan Aqila (7). Mereka ikut dengan saudaranya (Badar dan Eneng) yang berasal dari Cianjur," katanya, Jumat (1/1/2021) di lokasi.
Budi menyebut perahu yang ditumpangi mereka terbalik saat perjalanan pulang dari KJA ke darat, lantaran kelebihan muatan.
Hal ini pun diperkuat pernyataan dari tetangga korban (Ai), Kholid (50) yang menyebut saat perjalanan ke KJA perahu yang ditumpanginya itu mengangkut dua kali balikan. 
"Tapi saat perjalanan pulang justru perahu ini sekaligus memuat banyak penumpang," ujarnya.
Para korban pergi menuju kolam pak Ina yang merupakan saudaranya dengan menggunakan perahu dayung dan dikemudikan oleh Angga (9). Adapun tujuan mereka ke KJA untuk mengadakan acara ngaliwet (makan-makan). 
"Setelah selesai ngaliwet, mereka meninggalkan kolam dengan menaiki perahu serta dikemudikan orang yang sama. Tapi, saat perahu akan sampai ke dermaga perahu Pasirwetan, perahu diduga oleng dan tenggelam," ujar Kapolsek Maniis.
Saat melihat kejadian ini, Badar selaku suami dari Eneng Hayati dan ayah dari Zian (1) bermaksud untuk menolong. Tetapi, Badar justru ikut tenggelam. Sementara, korban atasnama Angga, Riska (16) Cianjur, Siti (14) Cianjur, dan Desi (10) Cianjur dapat diselamatkan.
Akhirnya, para korban yang tenggelam pun dapat ditemukan pada waktu yang berbeda-beda.
Pertama kali, korban tenggelam yang berhasil ditemukan ialah Ai Latifah (14) pukul 14.00 WIB.
Kemudian, disusul pukul 16.30 WIB menemukan Eneng, pukul 16.40 WIB menemukan Badar, pukul 18.00 WIB menemukan Zian, dan terakhir pukul 18.30 WIB menemukan Aqila yang merupakan adik dari Ai Latifah.
"Seluruh korban kami bawa ke rumah duka," ujar Deden, Kepala Kantor SAR Bandung.
Berikut data korban selamat:
1. Angga 9 tahun (Alamat Kampung Pasirwetan, Desa Sinargalih, Kecamatan Maniis)
2. Siti Sumiati 14 tahun (Alamat Kampung Cikekep, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Cianjur)
3. Riska Maharani 16 tahun
4. Desi Maharani 10 tahun

Data Korban Meninggal:
1 Eneng Haryati (25)
2. Zian (1)
3. Badar (25) (Alamat Kampung Cikekep Desa Cidadap Kecamatan Campaka, Cianjur)
4. Ai Latifah (14)
5. Aqila (7) 
Diberitakan sebelumnya, kabar duka mengawali Tahun Baru 2021 terjadi di Purwakarta, sebuah perahu terbalik di Waduk Cirata.
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved