Breaking News:

VIDEO - Ratusan Pendaki Rayakan Tahun Baru 2021 di Puncak Gunung Ciremai

pendaki Gunung Ciremai yang berasal dari luar Kabupaten Kuningan wajib membawa hasil rapid test antigen

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Ratusan pendaki merayakan tahun baru di puncak Gunung Ciremai. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahamd Ripai

TRIBUNCIREBON.COM,KUNINGAN - Sebanyak 129 orang pendaki Gunung Ciremai merayakan malam pergantian tahun di puncak gunung tertinggi di Jawa Barat, Gunung Ciremai.

Ratusan pendaki berasal dari dalam dan luar daerah Kuningan ini bertolak melalui jalur pendakian pos Palutungan. 

"Musim liburan Natal dan Tahun Baru saat ini, seluruh pendaki Gunung Ciremai yang berasal dari luar Kabupaten Kuningan wajib membawa hasil rapid test antigen," kata Sandi Baron, pengelola pos pendakian Jalur Palutungan, di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS - 5 Rumah Diserang Warga Desa Tetangga di Kuningan, Genteng dan Kaca Jendela Pecah

Baca juga: Sebelum Rekam Video Syur, MYD Ditawari Ini oleh Gisel, Pantas Rela Terbang dari Jepang Ke Medan

 

Sandi Baron mengatakan bahwa jalur pendakian di Kuningan itu ada tiga jalur yang dibuka di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.

"Ketiga jalur itu jalur pendakian Jalur Linggajati, Linggasana, dan Palutungan. Sedangkan untuk jalur Apuy yang berada di Kabupaten Majalengka, ditutup akibat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM)," kata Baron. 

Baron sekaligus Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) pos pendakian Jalur Palutungan ini menyebutkan bahwa  kuota pendaki Gunung Ciremai per harinya dibatasi. 

"Sehari maksimal 150 orang, namun untuk hari ini yang berangkat sebanyak 129 orang, ini karena protokol Covid-19," katanya. 

Waktu keberangkatan para pendaki pun dibatasi yaitu sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

"Bila lebih dari itu maka para pendaki tidak boleh naik, dan mereka terpaksa harus turun," katanya. 

Di lingkungan pos pendakian Jalur Palutungan saat ditemui, Pelajar SMK PGRI Karawang diketahui bernama Randi mengaku kurang berkenan dengan pembatalan pendakian saat ini. 

"Perasaan kurang berkenan ada, namun mau bagaimana lagi.  Karena ada badai di atas dan hujannya pun deras, kami batalkan pendakian kali ini," ujar Randi.

Selain itu Randi mengaku bahwa tim pendakian yang terdiri dari tujuh orang itu juga tidak memiliki persiapan yang matang saat akan melakukan perjalananan.

"Iya karena mendadak rencana naiknya, jadi perbekalannya kurang, sudah gitu bekal air minumnya juga kurang," tuturnya.

Sebagai informasi, biaya tiket pendakian ke  Gunung Ciremai sebesar Rp. 50 ribu itu sudah termasuk makan usai melakukan perjalanan dan mendapat sertifikat pendakian Gunung Ciremai. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved