Breaking News:

DPRD Menilai Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro di Majalengka Kurang Tegas

Karena jika ini dibiarkan, jelas dia, para wisatawan asal Majalengka bisa berpotensi tertular Covid-19 di luar daerah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Situ Sangiang yang sepi pengunjung dikarenakan mengikuti kebijakan pemerintah yang mengharuskan pengelola wisata tutup hingga 8 Januari 2021 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Selain menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), di momen libur tahun baru ini, seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Majalengka di tutup. 

Kondisi ini mendapat tanggapan serius dari Anggota DPRD dari Komisi II Fraksi Restorasi Pembangunan, M Fajar Sidik, Jumat (1/1/2021).

Menurutnya, penerapan PSBM di Kabupaten Majalengka kurang tegas dan harus di kaji ulang. 

Penilaian tersebut disampaikan, karena disaat penerapan PSBM dan lokasi wisata di tutup, di momen libur tahun baru ini masih banyak para wisatawan asal Majalengka yang berlibur keluar majalengka. 

"Bahkan saya melihat secara langsung secara kasat mata, banyak wisatawan asal majalengka yang berpergian ke daerah lain. Harusnya, selain menutup wisata, Pemerintah Daerah melalui Tim Gugus Tugas melakukan penjagaan di perbatasan dan membatsi masyarakatnya yang akan datang dan keluar kota," ujar Fajar.

Karena jika ini dibiarkan, jelas dia, para wisatawan asal Majalengka bisa berpotensi tertular Covid-19 di luar daerah.

Oleh karena itu, saya menilai penerapan PSBM kurang tegas dan harus di kaji ulang.

Selain itu, dirinya juga mengatakan bahwa sebagai anggota legislatif, Mang Fajar sapaan akrabnya, banyak mendapat keluhan dari para pelaku wisata.

Sebab, tidak ada sosialisasi secara khusus tentang penutupan objek wisata dan penerapan protokol kesehatan dari dinas terkait. 

Baca juga: Sebelum Rekam Video Syur, MYD Ditawari Ini oleh Gisel, Pantas Rela Terbang dari Jepang Ke Medan

Baca juga: Jadwal Lanjutan Pencairan Subsidi Gaji Karyawan, BLT Ditransfer Paling Lama Akhir Januari 2021

Bahkan menurut Mang Fajar, untuk mendapatkan informasi tentang penutupan objek wisata saja, mereka harus mencari informasi melalui media sosial. 

"Ini sangat miris, bahkan pengakuan mereka, selembar kertas hitam di atas putihpun tidak ada. Ditambah lagi tidak ada dari dinas terkait yang datang dan langsung mensosialisasikan penutupan objek wisata dan protokol kesehatan, sehingga mereka saat ini merasa tidak di akui dan tidak diperhatikan.

Oleh sebab itu, saya berharap ada perhatian serius terhadap nasib para pelaku wisata," ucapnya.

Karena pada dasarnya, Fajar menambahkan, dengan adanya penutupan ini, bayak para pelaku wisata khususnya para karyawan yang terdampak dan kebingungan untuk memberikan nafkah kepada keluarganya.

"Jadi sekali lagi saya berharap pemerintah Daerah untuk memberikan perhatian serius terhadap nasib para pelaku wisata yang ada di Kabupaten Majalengka," jelas dia.

Baca juga: Detik-detik Eksekusi Mati Sang Diktator Saddam Hussein, 30 Desember 2006, Dipukuli hingga Diludahi

Baca juga: Sudah 8 Bulan Anaknya Hilang Setelah Pamit Mengaji, Sang Ibu Terus Menangis hingga Sering Sakit

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved