Breaking News:

Boy Rafli Amar Disebut-sebut Telah Dipilih Jokowi Jadi Calon Kapolri, Begini Respon DPR RI

Komjen Pol Boy Rafli Amar Dikabarkan diajukan Jokowi menjadi calon Kapolri menggantikan Idham Azis

Editor: Mumu Mujahidin
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar hadir saat gelar perkara kasus Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di ruang rapat utama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016). Boy Rafli Amar Disebut-sebut Telah Dipilih Jokowi Jadi Calon Kapolri, Begini Respon DPR RI 

TRIBUNCIREBON.COM - Komjen Pol Boy Rafli Amar kabarnya diajukan  Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk jadi calon Kapolri gantikan Idham Azis.

Jokowi dikabarkan telah mengajukan nama Boy Rafli Amar ke Komisi III DPR untuk menjalani uji kepatutan dan kelayakan menjadi calon Kapolri.

Seperti diketahui saat ini Boy Rafli Amar menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Lantas bagaimana peluangnya untuk jadi orang nomor satu di Kepolisian? 

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh mengatakan, penentuan nama calon Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden, karena sesuai undang-undang usulan dari Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) atau Kompolnas hanya sebagai usulan ataupun masukan saja.

Baca juga: Profil Boy Rafli Amar yang Digadang-Gadang Dipilih Jokowi Jadi Calon Kapolri Pengganti Idham Azis

Baca juga: Aa Gym Talak 3 Teh Ninih, Kabar Perceraian Disampaikan oleh Sang Anak: Telah Dicerai Talak 3

"Baik usulan administrasi atau teknis, semua terserah kepada Presiden sebagai user. Siapapun yang ditunjuk Presiden itu haknya," papar Pangeran saat dihubungi, Jakarta, Rabu (30/12/2020).

Menurut Pangeran, sampai saat ini pihak Istana Kepresidenan belum menyampaikan Surat Presiden (Surpres) yang ditandatangani Presiden Jokowi berisikan nama-nama calon Kapolri, untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR.

Namun, Pangeran berharap Presiden Jokowi dapat memperhatikan usulan Wanjakti, karena mereka yang mengetahui kondisi internal Kepolisian.

"Begitu juga dengan Kompolnas yang memahami kondisi sosial masyarakat terkait institusi Kepolisian," papar politikus PAN itu.

"Diharapkan siapapun yang disampaikan oleh Presiden nanti benar-benar calon terbaik, yang dapat meneruskan hal-hal baik oleh Kapolri sebelumnya, dan memperbaiki apa yang menjadi kekurangan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved