Breaking News:

7 Wanita Kampung Dijajakan di Kafe Indramayu yang Disulap Jadi Tempat Asusila, PSK- nya dari Usia 18

Tujuh wanita kampung diamankan polisi karena tertangkap basah menjadi PSK yang dijajakan di sebuah kafe yang sekaligus jadi tempat tak senonoh

Editor: dedy herdiana
(DIDIK SW/KOMPAS)
Ilustrasi: 7 Wanita Kampung Dijajakan di Kafe Indramayu yang Disulap Jadi Tempat Mesum, PSK- nya dari Usia 18 

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU -  Ada tujuh wanita kampung diamankan polisi karena tertangkap basah menjadi pekerja seks komersial ( PSK) yang dijajakan di sebuah kafe yang sekaligus menjadi tempat mesum.

Lokasi kafe disulap jadi tempat mesum tersebut berada di wilayah Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu.

Di kafe itu disediakan kamar berikut PSK dengan usia mulai dari belasan tahun hingga 30-an tahun yang dapat disewa lelaki hidung belakang.

Setelah mendapat laporan adanya kafe yang disulap jadi tempat mesum, polisi langsung melakukan penggerebekan, pada Minggu (20/12/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca juga: Komplotan Preman di Indramayu Paksa Korban Serahkan Kunci Mobil, Terkait Proyek? Polisi Pun Bereaksi

Baca juga: Terungkap Percakapan Gisel & MYD di Tahun Pembuatan Video Syur 19 Detik, Sebelum Cerai Dengan Gading

Baca juga: Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Naik Mulai 1 Januari 2021, Begini Kondisi Pelayanan di RSUD Majalengka

Dalam penggerebekan itu polisi berhasil mengamankan 7 PSK.

Mereka berinisial SL (21), FY (22),  NL (21), WA (23), TH (33) merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Sedangkan dua wanita lainnya RD (18) merupakan warga Kabupaten Sumedang dan KT (23) warga Kota Bogor.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang, Kamis (31/12/2020).
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Herlambang, Kamis (31/12/2020). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Selain PSK, polisi juga mengamankan dua muncikari, yaitu S als Papih (49) dan D als Mamih (40) warga Kabupaten Indramayu.

Ketujuhnya diperintahkan melayani laki-laki hidung belang oleh dua muncikari tersebut.

Kapolres Indramayu, AKBP Hafidh Susilo Herlambang mengatakan, dalam melakukan aksinya para PSK itu dijajakan baik secara pesanan langsung maupun online.

Baca juga: MYD Terbang dari Jepang ke Medan Penuhi Undangan Gisel, Mabuk Berakhir di Ranjang Tanpa Busana

Baca juga: Mbak You Terawang Akan Banyak Kejadian Mengerikan di Tahun 2021, Ramal Ada Tabrakan Kapal Laut

"Dari hasil pemeriksaan, mereka ( PSK) itu direkrut dari kampung di wilayah Indramayu dan dipekerjakannya pun di wilayah Indramayu," kata AKBP Hafidh Susilo Herlambang didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (31/12/2020).

Kapolres Indramayu menambahkan, kamar di kafe yang dijadikan lokasi prostitusi itu disewakan pelaku sebesar Rp 50 ribu per jamnya.

Pelaku juga mendapat keuntungan dari penjualan minuman keras (miras) sebesar Rp 25-50 ribu per botol.

Kini semua korban dan pelaku sudah diamankan polisi

Dari tangan pelaku polisi mengamankan beberapa barang bukti mulai dari uang tunai senilai Rp 4.460.000 dan 4 lembar nota pembayaran.

Untuk para korban, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indramayu sebagai tindak lanjut.

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO)," ujar dia. (Tribuncirebon.com,/Handhika Rahman)

Baca juga: BELI Ponsel di Awal Tahun 2021, Ini Harga HP Vivo Akhir 2020: Ada Vivo V20 SE, Y30 hingga Vivo X50

Baca juga: Harga HP Samsung Awal Tahun 2021: Samsung Galaxy M51, A31, Galaxy S20 FE, Hingga Galaxy Z Fold 2

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved