Pasien Positif Covid-19 dan Perawat di Wisma Atlet Kemayoran Bercinta Sesama Jenis, Ini Faktanya
Saat diminta keterangan oleh melakukan pihak Kodam Jaya, keduanya mengakui hubungan seks sesama jenis di Wisma Atlet Kemayoran.
TRIBUNCIREBON.COM- Kasus tak senonoh di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran menghebohkan publik.
Kabar tersebut tentu saja membuat banyak orang terkejut apalagi Wisma Atlet Kemayoran merupakan tempat pasien Covid-19 menjalani perawatan.
Kemunculan kasus ini berawal dari cuitan seorang pasien di Wisma Atlet Kemayoran, Jumat (25/12/2020).
Baca juga: Harga HP Vivo Akhir Tahun 2020: Ada Vivo X50, Vivo Y19, Vivo Y51, Vivo Y30 hingga Vivo V20 SE
Diketahui perbuatan asusila tersebut dilakukan oleh pasien dan perawat yang sedang bertugas.
Kabar ini pun langsung mendapat perhatian dari pihak berwajib.
Diketahui pelaku merupakan oknum perawat dan pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran.
Saat diminta keterangan oleh melakukan pihak Kodam Jaya, keduanya mengakui hubungan seks sesama jenis di Wisma Atlet Kemayoran.
Baca juga: Harga HP iPhone Akhir Tahun 2020: Ada iPhone 7 Plus, iPhone X, iPhone SE 2020 hingga iPhone 12
Baca juga: Sembilan Penumpang di Terminal Leuwipanjang Bandung Reaktif Covid-19, Mereka Hendek ke Jakarta
Melansir berbagai sumber, berikut ini fakta-fakta perbuatan mesum terbongkar di Wisma Atlet Kemayoran:
1. Diperiksa Kodam Jaya

Dari pemeriksaan awal, keduanya pun mengakui melakukan aktivitas mesum tersebut.
"Hasil pemeriksaan awal mereka mengakui," kata Kepala Penerangan Kodam Jaya Letnan Kolonel Arh Herwin BS kepada Kompas.com, Sabtu (26/12/2020).
"Namun untuk proses selanjutnya , akan diserahkan ke pihak kepolisian selaku penyidik sipil demi keadilan," ucap Herwin.
Herwin menyebut, saat ini Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu pelaksana operasional RSD Wisma Atlet telah menangkap kedua pelaku. Keduanya pun sudah menjalani swab test.
"Apabila hasilnya negatif (kami) akan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk diambil langkah hukum," kata Herwin.
2. Dipolisikan