Breaking News:

Jangan Coba-coba Rayakan Malam Tahun Baru di Indramayu, Aktivitas Dibatasi Sampai Pukul 20.00 WIB

Dalam surat itu membahas soal pelarangan perayaan tahun 2021 dan pencegahan kerumunan massa.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
PIXABAY
selamat tahun baru 2021: Jangan Coba-coba Rayakan Malam Tahun Baru di Indramayu, Aktivitas Dibatasi Sampai Pukul 20.00 WIB 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemkab Indramayu melarang adanya perayaan malam tahun baru 2021.
Larangan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo dalam Surat Edaran Nomor 013/ST Covid 19-IM/XII/2020.
Dalam surat itu membahas soal pelarangan perayaan tahun baru 2021 dan pencegahan kerumunan massa.
Rinto Waluyo mengatakan, demi mencegah terjadinya klaster baru beberapa langkah akan diambil pemerintah sebagai bentuk antisipasi.
"Implementasi langkah-langkah ini dimulai sejak tanggal 18 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021," ujar dia berdasarkan keterangan yang diterima Tribuncirebon.com, Minggu (27/12/2020).
Langkah-langkah itu meliputi, pengelola tempat usaha, tempat wisata, serta tempat hiburan untuk tidak memfasilitasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa saat malam pergantian tahun nanti.
Untuk di wilayah kota, pengetatan protokol kesehatan akan dilakukan melalui pelaksanaan work from home (WFH).
Pembatasan jam operasional terhadap restoran, kafe, warung makan, tempat hiburan, dan sejenisnya juga akan dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB.
Pelaksanaan operasi yustisi dan patroli pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan akan lebih ditingkatkan lagi sampai pada tingkatan kecamatan.
Termasuk pembubaran kerumunan massa di ruang publik, serta di wilayah pedesaan berupa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
"Lalu pengetatan pintu masuk wilayah melalui jalur transportasi darat, laut, dan udara," ucapnya.
Langkah terakhir, berupa pengetatan protokol kesehatan di sejumlah objek wisata, meliputi pembatasan jumlah pengunjung serta wajib menunjukan hasil rapid test antigen negatif.
Rinto Waluyo menyampaikan, langkah-langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor : 202/KPG.03.05/HUKHAM per tanggal 17 Desember 2020.
Larangan perayaan tahun baru ini juga mengacu pada kondisi terkini penyebaran Covid-19.
Di antaranya, jumlah kasus yang terus meningkat secara signifikan, penuhnya ketersediaan tempat tidur atau bed di rumah sakit, dan angka kematian yang terus meningkat pasca-libur dan cuti bersama pada akhir Oktober lalu.
"Sehingga sangat diperlukan komitmen bersama antara pemerintah daerah, kalangan bisnis, dan masyarakat untuk membatasi aktivitas serta menghindari kerumunan massa khususnya saat libur Natal dan Tahun Baru 2021," ucap dia.
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved