Breaking News:

Banjir Intai Kota Bandung, Disebut-sebut Berpotensi Terjadi Lagi, InI Kata Pakar Hidrologi Unpad

Selain banjir, potensi bencana longsor juga bisa saja terjadi di daerah lereng pegunungan, umumnya berada di bagian Selatan Jawa Barat

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sejumlah kendaraan saat menerjang genangan air yang membanjiri sejumlah ruas jalan protokol pusat kota Indramayu, Minggu (6/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan ringan hingga lebat disertai kilat dan angin kencang mulai siang hingga malam di Kota Bandung selama tujuh hari ke depan.

Selain Kota Bandung beberapa daerah yang diprediksi turut berpotensi hujan di sertai kilat/petir dan angin kencang diantaranya wilayah Bogor, Depok, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, Subang, Purwakarta, Indramayu, Pangandaran, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar.

"Waspada potensi hujan disertai kilat dan angin kencang tujuh hari ke depan. Masih ada potensi hujan di Kota dan Kabupaten Bandung dari siang hingga malam. Potensi banjir masih ada, jika terjadi hujan lebat dan sungai meluap. Karena saat ini musim hujan dan Januari adalah puncak musim hujan," ujar Kepala BMKG Kelas I Bandung, Tony Agus Wijaya, Jumat (25/12/2020).

Selain banjir, potensi bencana longsor juga bisa saja terjadi di daerah lereng pegunungan, umumnya berada di bagian Selatan Jawa Barat

"Saat hujan lebat, Ada potensi longsor di daerah lereng pegunungan, umumnya di bagian Selatan Jawa Barat," ucapnya.

Berdasarkan prakiraan tersebut, BMKG mengimbau pihak-pihak terkait di Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, termasuk masyarakat yang tinggal di daerah yang berpotensi mendapatkan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, agar dapat melakukan langkah mitigasi guna mewaspadai adanya ancaman bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor dan banjir bandang.

Serta diminta terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini dari BMKG.

Baca juga: Menag Yaqut Siap Lindungi Hak Beragama Warga Syiah dan Ahmadiyah di Indonesia

"Antisipasi musim hujan, dengan membersihkan saluran air, sungai. Masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Mencegah longsor dengan penghijauan, mengecek gejala awal longsor, misal retakan tanah di lereng dan lainnya," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar hidrologi sekaligus guru besar bidang ilmu pengelolaan daerah aliran sungai Universitas Padjajaran (Unpad), Chay Asdak. Menurutnya, selain hujan dengan intensitas tinggi, banjir juga disebabkan oleh belum terintegrasinya pengendalian banjir di Bandung Raya padahal, penyebab banjir di kawasan itu saling berkaitan.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved