Waspada 9 Titik Tanggul Sungai Cimanuk di Indramayu Rawan Jebol, Kemungkinan Akan Bertambah

Termasuk melakukan upaya pencegahan dini dampak risiko bencana dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Debit Sungai Cimanuk Indramayu mulai meningkat di Pintu Air Bendung Karet di Blok Bangkir, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu (26/1/2020) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 9 titik tanggul di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk terindikasi rawan jebol.

Hal tersebut diketahui setelah dilakukannya kegiatan susur sungai oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Indramayu dalam beberapa hari terakhir.

Ketua FPRB Kabupaten Indramayu, M. Alam Sukmajaya mengatakan, sebagai langkah awal, pihaknya pun melakukan pelatihan mitigasi bencana untuk meminimalisir risiko.

"Terakhir kita melakukan susur sungai, dimana kita melihat ada potensi-potensi kebenacaan di sana," ujar dia kepada Tribuncirebon.com disela-sela pelatihan mitigasi bencana di GOR Singalodra Desa/Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Kamis (24/12/2020).

Alam Sukmajaya menyampaikan, 9 titik tanggul rawan jebol itu ditemukan di wilayah selatan meliputi Kecamatan Bangodua ke utara.

Susur sungai ini sebenarnya, disampaikan dia belum rampung dilakukan secara menyeluruh dan masih akan berlanjut hingga ke muara diujung utara.

Diprediksi, jumlah titik tanggul yang rawan jebol di Kabupaten Indramayu bisa saja bertambah seiring dengan dilakukannya susur sungai tersebut.

"Kita juga belum selesai, nanti tahun depan akan melakukan susur sungai lanjutan. Termasuk melakukan susur pantai karena ada dua hal risiko bencana di kita, banjir dan rob," ujar dia.

Hasil susur sungai yang sudah dilakukan ini akan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu dalam bentuk rekomendasi untuk ditindaklanjuti kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

"Termasuk dokumen pendukung berbentuk berupa video dan foto-foto, agar mereka tahu titik-titik mana saja yang dianggap rawan dan memerlukan penanganan segera," ujarnya.

Kepada masyarakat, pihaknya pun mengimbau untuk waspada dan tetap berhati-hati.

Termasuk melakukan upaya pencegahan dini dampak risiko bencana dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Sederhananya karena persoalan yang paling mendasar, masyarakat jangan membuang sampah sembarang," ucap dia.

Baca juga: Seorang Dokter Bocorkan Cara Sembuh dari Gejala Covid-19, Tanpa Harus Dirawat di Rumah Sakit

Baca juga: Perjuangan Ibu Nafisah Antarkan 7 Anaknya Menjadi Dokter, Meski Dirinya Hanya Lulusan SMA

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved