Breaking News:

Sejumlah Wisatawan Kawah Putih Bandung Kaget Tiba-tiba Harus Jalani Rapid Test Antigen

Dari kendaraan tersebut secara acak Polisi menunjuk orang, untuk turun dan mengikuti rapid test antigen, secara gratis.

Tribun Jabar
Dari kendaraan tersebut secara acak Polisi menunjuk orang, untuk turun dan mengikuti rapid test antigen, secara gratis. 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG- Kendaraan wisataan yang mengarah ke wilayah Rancabali, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan mobil dari luar kota, Kamis (24/12/2020) diberhentikan secara acak oleh jajaran Polresta Bandung.

Tepat di depan Gerbang Kawah Putih, kendaraan para wisatawan tersebut diberhentikan, sebagian terlihat kaget. Namun itu bukan merupakan razia kendaraan.

Melainkan itu untuk pencegahan dan memutus penyebaran Covid 19 pada libur Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: INI Keutamaan Membaca Surat Yasin dan Al Kahfi Pada Malam Jumat, Diampuni Segala Dosanya

Dari kendaraan tersebut secara acak Polisi menunjuk orang, untuk turun dan mengikuti rapid test antigen, secara gratis.

Setelah melakukan rapid tes orang tersebut diarahkan kembali ke mobilnya, untuk menunggu hasil rapid test tersebut.

Walau demikian terdapat pengendara yang enggan untuk dilakukan rapid tes antigen tersebut, dengan tegas jajaran polresta Bandung menyuruhnya kembali dan tak boleh berwisata. Mobil putih tersebut berjenis mini bus pun kembali berputar arah.

Ada juga yang merasa terbantu dengan adanya rapid test antigen yang di lakukan Polresta Bandung tersebut.

Baca juga: Memasuki Akhir Tahun Kasus Covid-19 di Majalengka Bertambah 6 Kasus Total 1043 Kasus

Wakapolresta Bandung, AKBP Dwi Indra Laksman, memaparkan pihaknya bekerja sama dengab dinas kesehatan Kabupaten Bandung meggelar rapid test antigen secara acak. 

"Ini mengantisipasi warga yang masih memaksakan libur akhir thaun ke wilayah Kabupaten Bandung," ujar Indra, di sela rapid tes antigen.

Menurut Indra, yang diutamakan melakukan tes rapid ini kepada mereka yang berasal dari luar Bandung Raya. 

"Untuk perhari kami siapkan 50 (rapid tes antigen). Tidak semua memang, seperti saya katakan sebelumnya hanya kepada yang pelat nomor luar daerah," kata Indra.

Jika hasilnya tidak reaktif, kata Indra, langsung diperbolehkan untuk berwisata di Kabupaten Bandung.

"Apabila nanti hasilnya reaktif akan kami siapkan ke isolasi dan akan dilakukan swab PCR," ucap Indra.

Indra memaparkan, pos pelayanan untuk rapid tes antigen tak ahanya di Rancabali.

"Ada dua pos pelayanan, pos pertama di jalur selatan (Rabcabali), yang kedua di jalur timur, Nagreg," katanya.

Jadi pelayanan rapid tes antigen setiap harinya terdapat 100 orang, 50 orang di Rancabali dan 50 orang di Nagreg.

"Pelayanan (rapid tes) dilakukan selama pelaksanaan operasi lilin hingga 4 Januari 2021," ucapnya.

Baca juga: Dewi Perssik Positif Covid-19, Sekujur Tubuhnya Penuh Bercak merah, DEPE Tulis Pesan Ini

Adapun seorang wisatawan asal Malang, Anisa (34), mengaku merasa terbantu dengan adanya rapid tes antigen.

"Ya terbantu, kan sebelumya juga udah rapid tes di sana (malang), tapu hanya rapid tes antibody," kata Anisa, setelah rapid tes.

Tak taunya, kata Anisa, kemarin untuk ke Bandung harus rapid tes antigen.

"Sebelumnya rapid antibody di sana bayar, dan di sini rapid test antigen gratis jadi merasa terbantu," kata dia.

Anisa mengaku, dirinya memilih berlibur ke Bandung karena terdapat keluarganya di Bandung.

"Salin itu ingin tahu Bandung," ucapnya sambil tersenyum.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved