Breaking News:

Virus Corona di Indramayu

Dokter di Indramayu Kena Covid-19 lalu Meninggal, Istrinya Juga Kena Corona, Kini sedang Diisolasi

Ironisnya, istri almarhum, yang juga merupakan seorang dokter, dr Tuti Warnengsih pun terkonfirmasi positif virus corona.

(EPA via AlJazeera)
Tenaga kesehatan (Nakes) yang meninggal dunia akibat Covid-19 kembali bertambah. Naskes itu adalah Kepala Puskesmas Cipancuh, dr Uding Pramudya. Foto ilustrasi: Staf kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan, China. Hingga Jumat (24/1/2020) siang waktu setempat, 26 orang di China meninggal akibat virus corona. 

"Untuk ketersediaan bed di kita sebenarnya ada 167 bed untuk isolasi rumah sakit, cuma sekali lagi berapa pun bed yang kami siapkan tidak akan mencukupi dengan adanya lonjakan pasien," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (15/12/2020).

Dalam hal ini, disampaikan Deden Bonni Koswara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat untuk pembukaan pusat isolasi baru.

Yakni, di Gedung Wisma Haji Indramayu di Jalan Olahraga Kelurahan Karanganyar, Indramayu.

Di sana akan disediakan sebanyak 50 bed untuk menampung para pasien.

"Dan ini juga sudah dilakukan peninjauan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Nanti, kita laksanakan mudah-mudahan di minggu depan atau minggu ini," ujar dia.

Nakes Terpapar

 Tenaga kesehatan di yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Indramayu terus bertambah.

Deden Bonni Koswara mengatakan, total sudah ada 125 nakes yang terkonfirmasi positif.

"Mereka (nakes) garda terdepan, bersentuhan langsung dengan pasien dan berhadapan dengan lingkungan saat melaksanakan tugas intervensi di lapangan," ujar dia, Minggu (13/12/2020).

Saat menjalankan tugas itu, diduga menjadi penyabab jumlah nakes yang terpapar terus bertambah.

Dalam hal ini, Deden Bonni Koswara menyoroti soal sikap tertutupnya pasien.

Tidak sedikit pasien yang enggan berterus terang soal kondisi kesehatannya selama menjalani isolasi mandiri.

Padahal, Covid-19 sendiri bukan aib yang harus ditutup-tutupi, ia pun ingin agar pasien bisa sedikit terbuka.

Dengan bersikap terbuka, tetangga bisa tahu soal kondisi sekitar dan lebih waspada dengan disiplin protokol kesehatan.

Tindakan itu pun dapat memudahkan tugas para tenaga kesehatan saat melakukan intervensi dengan lebih aman.

Terbaru, akibat klaster nakes ini, membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Indramayu harus ditutup sementara selama 3 hari, mulai tanggal 14-16 Desember 2020.

"Jangan abai, tetap menerapkan protokol kesehatan diri sendiri dan lingkungan. Saatnya terbuka agar penanganannya lebih mudah," ujar dia.

 

 

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved