Breaking News:

Kaleidoskop 2020

Kaleidoskop Kasus Kejahatan di Kuningan Sepanjang 2020, Anak Bunuh Ibu hingga ASN Terlibat Narkoba

Berikut kaleidoskop kejadian kejahatan yang dihimpun oleh Kontributor Wartawan Tribuncirebon.com di Kabupaten Kuningan

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
OS (45), warga Dusun Bojong RT 01/02 Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, tega menghabisi nyawa ibu kandungnya yakni Jumirah (76). 

Penangkapan terhadap oknum ASN yang kedapatan menggunakan sabu, masing – masing IM dan TD ini membuat Kepala Dinas PUPR Kuningan, HM Wawan Ridwan putar otak.

Pasalnya, kedua oknum merupakan staf di lembaga pemerintahan yang sama. “Iya itu satunya kepala UPTD Cimahi,” ungkap Ridwan, Senin (13/04/2020).

Tertangkapnya Kepala UPTD PUPR di Kecamatan Cimahi kontan harus mendapat penggantinya.

“Nanti saya kordinasi dengan Pak Nurahim (kepala BKPSDM, red),” ungkapnya.

Ridwan mengatakan, kekosongan jabatan otomatis itu akan di isi sesuai dengan ketentuan dan berita acara agenda dinas.

“Nanti ada prosedurnya,”ujarnya.

Mengenai satu anak buahnya, kata Ridwan, dirinya mengaku tidak sadar bahwa bersangkutan di perbantukan di lembaga pemerintah berbeda.

“Emang yang satunya kerja dimana. Denger PUPR denger info lagi di Bawaslu,”ungkapnya.

Meskipun demikian, kata Ridwan, pemerintah komitmen melakukan sama kerja dalam menegakan hukum.

“Kita koperatif bagaiamana aturannya saja,”ungkapnya. 

Baca juga: Ayu Ting Ting Deg-degan Saat Dikenalkan ke Orangtua Adit Jayusman: Padahal Udah Enggak Perawan

Bupati Kuningan Marah Ada ASN RSUD dan Guru SMK Terlibat Gunakan Narkoba

Dua oknum PNS itu berstatus guru dan ahli gizi, mendapat tanggapan dari Bupati Kuningan Acep Purnama.

"Oknum PNS dilingkungan Pemkab Kuningan yang mengkonsumsi barang haram, lagi lagi terulang dan saya akan memberlakukan sanksi yang lebih berat, tidak main-main.

Saya minta proses sesuai aturan yang berlaku, tidak ada toleransi," tegas Acep saat diwawancarai di Kantor Bappeda Kuningan Kamis (10/12/2020), usai melaksanakan Agenda Konferkab PWI Kuningan 2020-2023.

Bupati Acep mengungkapkan telah memerintahkan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM).

"Untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan kepada semua PNS hingga tenaga P3K maupun honorer," katanya.

"Saya perintahkan BKPSDM untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan. Mungkin nanti akan ada tes urine massal," katanya.

Ditempat sama Sekda Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar memastikan PNS yang terlibat kasus hukum seperti menggunakan narkoba dipastikan mendapat sanksi berat yakni pemecatan.

"Sesuai arahan Pak Bupati masalah narkoba akan kita ambil langkah tegas. Intinya kita kalau sudah berkekuatan hukum tetap akan sanksi, bisa sanksi pemecatan," ujarnya.

Pemkab Kuningan telah berdiskusi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan untuk merencanakan tes urine massal.

"Sudah diskusi dengan BNN rencana ada kerjasama untuk tes urine massal. Cuma waktunya belum tahu," kata Dian. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved