Breaking News:

Jadi Saksi Ahli Ahok & Sering Kritik UU Cipta Kerja, Gubes Hukum Pidana UGM Ini Jadi Wamenkumham

Eddy juga tercatat beberapa kali menjadi ahli dalam persidangan. Salah satunya, Eddy dihadirkan sebagai ahli dalam sidang kasus penodaan agama

Editor: Machmud Mubarok
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Saksi ahli tim kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin, Edward Omar Sharif Hiariej saat sidang lanjutan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Guru Besar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada Edward Omar Sharif Hiariej atau kerap disapa Eddy OS Hiariej dilantik sebagai Wakil Menteri Hukum dan HAM, Rabu (23/12/2020).

Pria kelahiran Ambon, 10 April 1973 itu meraih gelar profesor di usia yang terbilang muda yakni 37 tahun.

Selama ini, Eddy dikenal sebagai sosok akademisi yang kerap dimintai pendapat terkait isu-isu di bidang hukum.

Baca juga: Proyek Alun-alun Majalengka Tak Akan Beres Tahun Ini, Pembangunan Infrastruktur Lainnya Juga Meleset

Baca juga: Ini Jalan Berliku Karier Kapolres Majalengka AKBP Bismo yang Akan Jadi Wakapolres Metro Jakbar

Baca juga: Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Pemkot Cirebon Perpanjang Sewa Dua Hotel untuk Tempat Isolasi

Eddy juga tercatat beberapa kali menjadi ahli dalam persidangan. Salah satunya, Eddy dihadirkan sebagai ahli dalam sidang kasus penodaan agama yang menjerat Basuki Tjahaja Purnama pada 2017 lalu.

Namun, kehadiran Eddy pada saat itu sempat menimbulkan persoalan yang membuat jaksa penuntut umum menolak kesaksian Eddy.

Pasalnya, kata jaksa Ali Mukartono, Eddy sempat menghubungi jaksa dan menyatakan bahwa dirinya akan diajukan sebagai saksi ahli oleh penasihat hukum jika jaksa tak menghadirkannya sebagai ahli.

Jaksa sendiri sudah berniat akan mengajukan Eddy sebagai saksi ahli hukum pidana. "Asumsi saya terjadi hubungan antara penasihat hukum dengan yang bersangkutan.

Padahal yang bersangkutan tahu bahwa dia menjadi ahli, itu yang mengajukan penyidik, bukan penasihat hukum," kata Ali, saat itu.

Selain itu, nama Eddy juga sempat menjadi perbincangan ketika ia menjadi ahli dalam sidang perselisihan hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Saat itu, Eddy dihadirkan sebagai ahli oleh pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved