Breaking News:

Warga Desa Sukamukti Geger, Ada Bidan Gantung Diri, Diduga Karena Tekanan Hidup

Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang keluarga korban yang masuk ke dalam ruang makan rumah tersebut.

Istimewa
Tim Identifikasi Polres Kuningan menunjukka lokasi aksi nekat bidan gantung diri di Desa Sidamukti, Kuningan, Selasa (22/12/2020). 

"Ini tadi jam 9 ketahuannya, ramai-ramai warga tadi. Katanya bunuh diri," ujar Yuni kepada TRIBUN-MEDAN.com, Kamis (3/12/2020) dini hari.

Dalam pantauan Tribun-Medan.com, saat ini lokasi sudah di penuhi oleh warga yang ingin melihat kondisi korban yang sudah tak bernyawa.

Baca juga: Masuk Zona Merah Covid-19, Pencoblosan di Pilkada Indramayu 2020 Akan Terapkan Protokol Secara Ketat

Baca juga: Sebuah Pabrik Bayi Digerebek Polisi, Pekerjakan Pria untuk Hamili Wanita, Bayi Langsung Dijual

Sementara istri dari korban mengaku, sebelum meninggal korban sempat seperti orang Kesurupan.

Hal itu diungkapkannya di depan kamar mayat, saat menunggu autopsi sedang berjalan di RSUD Dr Tengku Mansyur Kota Tanjungbalai.

"Dia kaya orang ketakutan, kesurupan, sampai bawa orang pintar, ternyata dia kesurupan," jelasnya.

Lanjutnya, setelah sadar, Ajib sempat berbicara dengan mertuanya, namun setelah mertuanya izin untuk pergi sholat, ia masuk kedalam kamar.

"Jam 8 malam, dia berzikir gitu di dalam. Terus saya tinggal sebentar ke kamar mandi, namun pas kembali ke kamar, pintu di kunci. Sayang, buka pintunya, tapi dia tidak menyambut," jelas wanita berkerudung merah muda itu.

Lanjutnya, kejadian tersebut tak berlangsung lama, namun karena pintu yang dikunci, sehingga korban sudah meninggal dunia.

Baca juga: 3.000 Personel Kodam III/Siliwangi Akan Diturunkan Bantu Polisi Amankan Pelaksanaan Pilkada Serentak

"Bapak sempat mencungkil pintu menggunakan kampak, lalu datang warga menyarankan untuk mendobrak pintu, tapi sebelumnya diintip terlebih dahulu dari atas," ujarnya.

Kemudian, saat di dobrak warga, tubuh korban sudah terduduk di lantai, dengan leher terikat dengan sehelai kain putih. "Pas dibuka, tergantung dengan kaki tertekuk," katanya.

Abdul Majib alias Ajib(25) warga lingkungan VI, Kelurahan Pulau Simardan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai diduga bunuh diri dengan sehelai kain mengikat di lehernya di dalam kamar, Rabu(2/12/2020) malam.

Baru Menikah

Dari keterangan warga yang dijumpai Tribun-Medan.com di lokasi, Mas Budi Panjaitan menyatakan korban merupakan. pengantin baru yang menikah pada Minggu(29/11/2020) lalu.

"Minggu semalam baru saja menikah, tanggal 29 tepatnya," katanya saat dijumpai Tribun-Medam.com, Kamis(3/12/2020) dini hari.

Ia mengaku tidak terlalu kenal dengan korban, karena korban baru menikah. "Ini orang Medan, kami tidak begitu kenal. Karena dia baru menikah," katanya.

Baca juga: HP Terbaru Vivo Y51 Sudah Meluncur Hari Ini, Bisa Nampung Kartu Memori 1 TB, Cek Harganya

Sedangkan Suharto, selaku Kepala Lingkungan membenarkan bahwa korban merupakan pengantin baru.

"Iya Benar, dia baru Menikah pada Minggu kemarin. Saya sempat menghadiri pestanya," ujar Kepling lingkungan VI itu.

Ia juga mengaku tidak terlalu kenal kenal dengan korban, dikarenakan baru saja tinggal dirumah tersebut selama tiga hari. Namun, Ia mengaku korban terbilang ramah, dan sopan terhadap orang tua.

"Waktu mengurus surat nikah kemarin, anaknya sopan, salam tangan, dan terlihat baik," ujarnya.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.

Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved