Breaking News:

Ubah Laku

Wagub Jabar: Sabar Menunggu Vaksin Covid-19, Disiplin Menerapkan Protokol Kesehatan

Sebanyak 80 persen minimal masyarakat Jawa Barat yang divaksin. Kami maunya 100 persen, tapi minimal 80 persen

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa
Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum (kiri) saat mengikuti Coffee Morning Tribun Jabar yang dipandu wartawan senior Machmud Mubarok dan ditayangkan di akun YouTube Tribun Jabar Official, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengupayakan minimal 80 persen penduduk Jawa Barat mendapat vaksin Covid-19.

Dengan jumlah penduduk 48,68 juta jiwa, maka minimal 38,94 di antaranya diusahakan menerima vaksin tersebut.

"Sebanyak 80 persen minimal masyarakat Jawa Barat yang divaksin. Kami maunya 100 persen, tapi minimal 80 persen," kata Kang Uu dalam dialog Coffee Morning Tribun Jabar melalui kanal YouTube, Selasa (22/12).

Baca juga: Vaksinasi Dianjurkan untuk Ibu Hamil dan Orang Lanjut Usia, dr Dirga:Tidak Boleh Diberi Vaksin Hidup

Baca juga: Ratusan Warga Desa Cipedes Rama-ramai Singkirkan Material Longsor, Akses Jalan Lancar Kembali

Baca juga: Ketahuan Hasil Rapid Test Antigen Positif, Ini yang Akan Dilakukan PT KAI Daop 3 Cirebon

Kang Uu mengatakan pihaknya mengupayakan vaksinasi minimal kepada 80 persen penduduknya tersebut karena masyarakat Jawa Barat memiliki mobilitas yang tinggi keluar-masuk DKI Jakarta sebagai episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sesuai arahan, katanya, vaksinasi akan diberikan secara bertahap, dimulai dari zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19, yakni Bodebek dan Bandung Raya, kemudian menyebar sampai semua kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Vaksin Covid-19 ini, kata Kang Uu, memang gratis bagi masyarakat seperti yang telah diumumkan Presiden RI Joko Widodo.

Saat pemerintah pusat menganggarkan biaya vaksinasi tersebut, kata Kang Uu, pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota pun diminta Presiden RI untuk menganggarkan biaya vaksinasi tersebut supaya masyarakat benar-benar mendapat vaksin secara gratis.

"Pemprov Jabar juga akan menganggarkan sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden. Adapun informasi tentang vaksin, kami akan menerima atau akan melaksanakan seperti apa, sampai hari ini tetap informasi awal sekitar awal tahun nanti," katanya.

Uu mengatakan bahwa Pemprov Jabar telah melakukan simulasi pemberian vaksin di Kota Depok dan Bekasi beberapa waktu lalu.

Seiring dengan itu, MUI dan BPOM pun tengah meneliti kehalalan dan keamanan vaksin Covid-19. Di sisi lain, uji klinis vaksin tetap berjalan di Kota Bandung.

"Vaksin yang akan dibagikan kepada masyarakat ini sudah melalui uji klinis kan, kalau tidak melalui itu kita kan tidak akan paham. Dalam hal ini pemerintah berhati-hati karena harus seilmiah mungkin," katanya.

Vaksin pun, katanya, akan diberikan terlebih dulu kepada tenaga kesehatan, TNI dan Polri, kemudian kalangan yang sering berinteraksi dengan masyarakat luas.

Vaksin pun utamanya diberikan kepada warga berusia produktif dan yang tidak memiliki penyakit tidak menular. Masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu harus mendapat izin dari dokter untuk mendapat vaksin.

"Masih banyak pelanggar protokol kesehatan karena masyarakat yang lalai dalam 3M. Karena itu saat ini tagline dari pemerintah provinsi adalah sabar menunggu vaksin Covid-19, dan disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Wagub. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved