Breaking News:

Waduh Antrean Panjang Rapid Test Antigen di Stasiun Kiaracondong Bandung Mencapai 3 Jam

Antrean panjang menyebabkan rapid test antigen di Stasiun Kiaracondong Bandung mencapai 3 jam

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id/Cipta Permana
Suasana antrean Rapid tes Antigen di Stasiun Kiaracondong, Selasa (22/12/2020) 

Karena mereka khawatir jika proses pemeriksaan yang lama, akan mengganggu bahkan membatalkan proses keberangkatan mereka.

Setelah berkoordinasi dengan petugas lainnya, akhirnya muncul kebijakan bahwa bagi calon penumpang dengan kondisi tersebut di dahulukan pemeriksaan kesehatannya, sedangkan calon penumpang yang masih lama atau jauh hari dari jadwal keberangkatannya terpaksa menunggu lebih lama. 

Siti Aisyah (52) warga Vila Jati Indah, Cileunyi, Kabupaten Bandung, salah seorang calon penumpang kereta Argo Wilis dengan tujuan Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/12/2020) pagi, menyayangkan  munculnya kebijakan pemerintah dalam menerapkan rapid test antigen ini.

Menurutnya hal itu terlalu mendadak dan tidak memperhatikan kondisi masyarakat yang menjadi calon penumpang transportasi umum, khususnya masyarakat kategori ekonomi menengah ke bawah.

Baca juga:
Momen Hari Ibu, Bripka Santi Didatangi Sang Ibu di Majalengka Setelah Setahun Tak Bertemu: Terharu

Baca juga: Apa Pekerjaan Aher, Suami Berondong Elly Sugigi? Ternyata Bekerja di Sini, Berani Nikahi Elly Sugigi

Sebab, seperti halnya dirinya yang telah melakukan rapid test antibodi kemarin, sedangkan pemerintah baru mengumumkan adanya kebijakan baru wajib rapid test antigen pada Senin (21/12/2020) siang 

"Menurut saya sih bagus nya untuk mencegah COVID-19, tapi sayang waktunya terlalu mepet. Harusnya ada sosialisasi dulu ke masyarakat bawah dulu jauh-jauh hari sebelum diterapkan, apalagi nyari uang itu ga gampang.

Seperti saya kemarin kan sudah rapid test (antibodi) karena mau berangkat besok, sementara pemerintah baru kemarin siang (pengumumannya). Begitu saya mau Rapid lagi ternyata alatnya belum ada," ujarnya di stasiun Kiaracondong, Selasa (22/12/2020).

Menurutnya, dengan adanya kebijakan baru tersebut memaksa dirinya harus kembali lagi memeriksakan kesehatan dengan rapid test antigen, selain merugi karena harus kembali mengeluarkan uang, tetapi juga waktu terbuang percuma. 

"Seperti hari ini, saya datang jam 10.30 WIB, saya dapat nomor antrean 356 sedangkan pasien yang dipanggil untuk diperiksa baru nomor urut 80an.

Mau engga mau saya nunggu karena saya butuh dan harus berangkat besok jadi saya nunggu. Tujuan saya berangkat untuk menemui orangtua karena lebaran kemarin kan enggak boleh mudik," katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved