Breaking News:

Calon Penumpang KA Antre 3 Jam untuk Rapid Test Antigen di Stasiun Kiaracondong, Ini Penyebabnya

Di pintu masuk menuju tenda itu selain dijaga oleh seorang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan seorang petugas stasiun

Editor: Machmud Mubarok
Tribunjabar.id/Cipta Permana.
Suasana antrean Rapid test Antigen di Stasiun Kiaracondong, Selasa (22/12/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan kewajiban miliki Rapid tes antigen dengan hasil negatif Covid-19 bagi para calon penumpang kereta api jarak jauh di Pulau Jawa, mulai hari ini Selasa (22/12/2020). 

Stasiun Kiaracondong, Kota Bandung menjadi salah satu stasiun yang mulai menerapkan aturan kebijakan Surat Edaran Kemenhub Nomor 23 Tahun 2020 pada tahap pertama.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di Stasiun Kiaracondong tampak sebuah tenda berbalut kain putih kisaran ukuran 8x4 meter didirikan PT. KAI Daop 2 sebagai lokasi pemeriksaan kesehatan bagi calon penumpang di halaman pintu masuk stasiun. 

Baca juga: Harta Kekayaan Sandiaga Uno Mencapai Rp 5 Triliun, Punya Aset di Singapura dan Amerika Serikat

Baca juga: Zona Merah Covid-19 di Jawa Barat Hanya Sisa Dua, Kabupaten Karawang dan Kota Depok

Baca juga: Terawan Agus Putranto Dicopot dari Jabatan Menkes, Ini Pernyataan Kontroversinya Terkait Covid-19

Di pintu masuk menuju tenda itu selain dijaga oleh seorang Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan seorang petugas stasiun, tapi juga tertempel dua buah kertas yang bertuliskan "Siapkan Kode Booking dan Identitas" dan Administrasi Rp. 105.000 (Uang Pas).

Dua petugas itu selain bertugas memberikan informasi dan membagikan nomor urut pemeriksaan bagi para calon penumpang, tetapi menjaga antrean calon pasien dalam jarak aman agar tidak berkerumun.

Sementara itu, di sekitar tenda pemeriksaan para calon pasien penumpang yang akan memeriksakan Rapid test antigen harus rela berdiri mengantre dalam barisan guna menunggu giliran panggilan petugas.

Bahkan, beberapa calon penumpang yang mendapat nomor besar, tampak memilih untuk meninggalkan barisan antrean, di antaranya menunggu di kursi tunggu di lobi stasiun.

Sedangkan lainnya duduk-duduk di lokasi parkir kendaraan sambil menyantap makanan atau minuman yang dibelinya atau bercengkrama dengan calon penumpang lainnya.

Sebelum pemeriksaan kesehatan Rapid test Antigen calon penumpang, selain diwajibkan untuk menunjukkan kartu identitas diri (e-KTP) tetapi juga tiket jadwal keberangkatan kepada petugas yang berjaga di pintu masuk tenda pemeriksaan. 

Berdasarkan perhitungan durasi waktu yang dibutuhkan calon penumpang di stasiun Kiaracondong, mulai  mendapatkan nomor antrean, menunggu panggilan pemeriksaan Rapid test Antigen, hingga memperoleh surat hasil pemeriksaan, sedikitnya lebih dari tiga jam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved