Breaking News:

22 Orang Perawat di Jabar Meninggal Dunia Akibat Covid-19, Ridwan Kamil Bakal Bikin Monumen Pahlawan

sebanyak 27 ribu di antaranya merupakan perawat relawan Covid-19 yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. 

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

“Kami dari DPW PPNI Jawa Barat sangat mengapresiasi teman-teman relawan. Mudah-mudahan saudara bekerja sesuai dengan hati nurani. Kita empati terhadap kegiatan-kegiatan (penanganan COVID-19), kita harus mendukung program-program pemerintah, bagaimana kita memberikan sosialisasi 3M yang benar. Mari kita bekerja dengan Kode Etik Keperawatan dan standar keperawatan dengan memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengapresiasi seluruh perawat relawan COVID-19 di Jabar yang telah berjuang menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi global COVID-19.

Salah satu bentuk apresiasi tersebut diungkapkan melalui sebuah kue tar yang dikirim Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, kepada 27 pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) kabupaten/kota dan rumah sakit di Jabar pada Sabtu, 19 Desember 2020.

Kang Emil mengatakan, perawat merupakan pahlawan bangsa Indonesia. Ia pun berharap perawat di Indonesia, khususnya di Jabar, tetap semangat merawat dan menyembuhkan pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

“Saya berharap acara yang dilaksanakan melalui video konferensi ini bisa menggugah semangat para perawat untuk tetap semangat bekerja mengayomi masyarakat Jabar," kata Kang Emil saat mengikuti video konferensi bersama PPNI Jabar di The Akasha, Bali, Senin (21/12).

“Saya juga tengah menyiapkan sebuah tempat, pasca-Covid-19 selesai, di mana tempat itu saya akan jadikan sebagai monumen pahlawan Covid-19. Di mana nantinya nama-nama perawat yang gugur itu diabadikan sebagai rasa terima kasih negara,” katanya.

Menurut Kang Emil, dalam masa sulit karena pandemi Covid-19, semua pihak harus saling menyemangati dan memberikan energi positif, termasuk seluruh perawat di Jabar.

“Mari kita saling mengirimkan energi positif ke semua orang, mari kita bicara yang baik kita semangati karena situasi sedang buruk. Guru agama saya mengatakan, kalau kita sedang dalam situasi normal ceramah-ceramah itu harus mengingatkan hal-hal yang buruk supaya kita waspada,” ucapnya.

“Tapi kalau situasi sedang buruk seperti saat ini, maka memberi nasihat itu harus yang menyemangati harus yang membuat energi positif, jadi jangan situasi buruk kita membicarakan yang negatif,“ tambahnya.

Kang Emil mengatakan, saat ini, dibutuhkan orang-orang yang selalu berada dalam frekuensi yang tegar, tabah dan saling menguatkan. Tujuannya agar penanganan pandemi Covid-19 berjalan optimal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved