Breaking News:

Liga Inggris

Tottenham Hotspur Keok di Kandang, Mourinho Akui Kekalahan dari Leicester City, tapi Tetap Sombong

"Meskipun begitu, kami mencoba di babak kedua, kami mendominasi, tidak ada masalah di belakang kecuali gol bunuh diri."

Foto https://www.instagram.com/spursofficial/, Kolase Tribuncirebon.com
Jose Mourinho, Pelatih Tottenham Hotspur 

BOLASPORT.COM - Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho, mengatakan bahwa ada satu momen yang membuat tim besutannya kalah saat berjumpa Leicester City.

Tottenham Hotspur berhadapan dengan Leicester City pada pekan ke-14 Liga Inggris 2020-2021, Minggu (20/12/2020) malam WIB.

Laga yang digelar di Tottenham Hotspur stadium itu berkesudahan dengan skor 0-2 untuk kekalahan tim besutan Jose Mourinho.

Baca juga: Hasil Tottenham vs Leicester, Spurs Tumbang di Kandang, Jamie Vardy Cetak Rekor Fantastis

Dua gol yang bersarang di gawang kawalan Hugo Lloris malam itu dicetak oleh Jamie Vardy melalui titik putih pada menit ekstra babak pertama tepatnya menit ke-45+4.

Satu gol lainnya berasal dari gol bunuh diri Toby Alderweireld yang tercipta pada menit ke-59.

Seusai laga pelatih Spurs, Jose Mourinho, memberikan pendapatnya tentang hasil pertandingan tersebut.

Menurut Mourinho, Spurs sebenarnya menguasai jalannya pertandingan, khususnya dalam 15 sampai 20 menit pertama, tapi bisa kalah karena satu momen, yakni penalti yang diberikan kepada Leicester City.

"Sedikit tidak beruntung, tapi juga karena tanggung jawab kita sendiri, menurutku," ujar Mourinho seperti dikutip BolaSport.com dari laman resmi Spurs.

"Kami tidak memulai dengan baik sama sekali. Ada tempat-tempat kosong di lapangan di mana sikap, tekanan, intensitas tidak ada, dan tim menderita karena itu."

Baca juga: AC Milan Menang Atas Sassuolo, Ini Reaksi Stefano Pioli, Belum Terkalahkan di Liga Italia

"Kami berhasil menyembunyikan tempat-tempat kosong ini dan meningkatkan banyak hal dari 15, 20 menit pertama hingga 15, 20 menit kedua dan saat itulah kami menciptakan peluang dan memiliki peluang untuk mencetak gol sampai akhirnya mereka mendapat penalti."

"Dari situ tentu saja permainannya berbeda."

"Meskipun begitu, kami mencoba di babak kedua, kami mendominasi, tidak ada masalah di belakang kecuali gol bunuh diri."

"Setelah 2-0, permainan tidak mati, reaksinya kembali positif, kami memiliki peluang besar dari Sonny, tetapi Schmeichel melakukan penyelamatan brilian, jadi kami bahkan tidak bisa memperkecilnya menjadi 2-1 untuk menjaga permainan hidup."

"Itu cukup rumit. Keputusan untuk mengeluarkan Tanguy di babak pertama, saya pikir, adalah keputusan yang jelas, tetapi kemudian kami membutuhkan Gio di posisi itu untuk memberikan dinamika itu pada permainan dan tim, tetapi kami kehilangan Gio."

"Kemudian, saya merasakannya, dan saya memutuskan untuk pergi dengan Winks, meskipun dia bukan gelandang serang, dia adalah orang yang bisa menggerakkan bola lebih baik dari yang kami lakukan dan kami meningkat," kata Mourinho. (*)

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved