Breaking News:

Masuk ke Majalengka Selama Libur Panjang Akhir Tahun Wajib Perlihatkan Hasil Rapid Test,

Pemerintah Kabupaten Majalengka mewajibkan bagi pendatang yang mau masuk ke Kabupaten Majalengka harus ada hasil uji tes Covid-19.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Bupati Majalengka Karna Sobahi diwawancara seusai acara 'Penyerahan Petikan Keputusan Bupati Majalengka' di Aula Kantor Dinas Pendidikan Majalengka, Selasa (4/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Menjelang libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pemkab Majalengka mewajibkan bagi pendatang yang mau masuk ke Kabupaten Majalengka harus ada hasil uji tes Covid-19.

Syarat ini diberlakukan, menyusul kasus positif Covid-19 di Kabupaten Majalengka yang terus meningkat hingga menjelang akhir tahun ini.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, setiap warga dari luar yang masuk ke Majalengka harus memiliki hasil uji tes Corona.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko Covid-19.

Baca juga: Daftar Daerah di Indonesia yang Wajibkan Rapid Test Antigen untuk Keluar Masuk Kota Ini, Cek Disini

Baca juga: Pesta Pernikahan Berubah Shalat Jenazah, Ayah Pengantin Wanita Meninggal di Hari Pernikahan

"Setiap warga dari luar yang masuk ke Majalengka wajib memiliki hasil tes. Minimal rapid tes, tapi sekarang kan ada tes usap yang dengan tempo singkat bisa memperoleh hasil," ujar Karna saat ditemui di Mapolres Majalengka, Senin (21/12/2020).

Termasuk, kata dia, warga Majalengka yang balik dari luar daerah.

Khususnya, daerah terjangkit Covid 19, juga diberlakukan demikian.

"Jadi kalau ada bukti tes ini, kita juga bisa memastikan pendatang masuk ke Kabupaten Majalengka. Termasuk warga kita yang baru pulang dari daerah luar Majalengka, aman dari penularan Covid 19," ucapnya.

Penegasan ini, sambung dia, bukan berarti melarang warga masuk ke Majalengka.

Namun, sesuai dengan komitmen Pemkab Majalengka dalam menangani wabah Covid-19 yang saat ini juga tengah menerapkan PSBM di 87 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Majalengka.

Sementara, saat ini masa Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) masih diberlakukan di kota angin ini hingga 28 Desember 2020.

Dampak dari program tersebut, Pemerintah melarang terlebih dahulu kegiatan yang mengundang kerumunan.

Selain itu, sektor pariwisata juga terdampak yang mana para pengelola harus menutup diri dari wisatawan untuk sementara waktu.

Untuk faktor ekonomi juga, Pemerintah mengambil kebijakan untuk membatasi jam operasional.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved