Breaking News:

Bupati Kuningan Keluarkan SE Natal & Tahun Baru, Gereja Maksimal 50 Persen Terisi Untuk Ibadah Natal

Bupati Kuningan H Acep Purnama mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Natal dan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2021 di tengah pandemi Covid-19

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mutiara Suci Erlanti
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Bupati Kuningan H Acep Purnama 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Bupati Kuningan H Acep Purnama mengeluarkan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Natal dan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2021 di tengah pandemi Covid-19.

Demikian hal itu dikemukakan Bupati Kuningan H Acep Purnama di sela kegiatannya, di Pendopo Kuningan, Minggu (20/12/2020).

Surat Edaran tersebut menjelaskan mengenai antisipasi dan pencegahan pandemi infeksi virus covid-19 (Corona) bersamaan dengan pelaksanaan Natal dan Kegiatan Pergantian Tahun Baru 2021.

Baca juga: Tuntut Harta untuk Bayi Lina, Sikap Teddy ke Bintang Dibongkar Rizky Febian: Seperti Tak Diurus

“Sesuai dengan Peraturan Bupati Kuningan Nomor 86 tahun 2020 tentang Perubahan keenam atas peraturan Bupati Kuningan nomor 47 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019,” katanya.

Dan Surat Edaran Bupati Kuningan Nomor 443.1/3353/Huk tentang tindak lanjut penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID19) Kabupaten Kuningan.

Kemudian, isi Surat Edaran tersebut mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kuningan untuk memperhatikan hal-hal diantaranya sebagai berikut.

Baca juga: Robert Alberts Sebut Persib Bandung Bisa Jadi Klub Terakhir yang Dia Latih Sebelum Pensiun

Baca juga: Seorang Wanita Dengar Suara Ledakan, Ternyata Mantan Kekasihnya Lempar Bom Molotov ke Rumah

“Bagi masyarakat Kristiani yang akan melaksanakan ibadah Natal agar, untuk menghindari kerumunan masa, pelaksanaan ibadah Natal dilaksanakan di gereja-gereja terdekat dengan jumlah jemaah yang hadir maksimal 50% dari kapasitas tempat ibadah,” katanya.

Selain itu, kata dia tentu merupakan diwajibkan melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga Jarak (physical distancing).

“Kepada pengelola tempat ibadah agar menyediakan Fasilitas seperti masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan dan tisu,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved