Breaking News:

Ke Bandung Gak Perlu Rapid, Tapi Masuk Semua Objek Wisata di Jabar Wajib Rapid Test Antigen

Para pelancong wajib menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR yang berlaku 14 hari sejak diterbitkan.

Istimewa/kuningandistrict.blogspot.com
Taman Wisata Cisantana sempat viral beberapa waktu lalu. 

TRIBUNCIREBON.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan aturan baru bagi wisatawan yang datang ke objek wisata di Jabar.

Para pelancong wajib menunjukkan hasil rapid test antigen atau PCR yang berlaku 14 hari sejak diterbitkan.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang Pelarangan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa.

Baca juga: Dar Der Dor, Satuan Elite Denjaka Ringkus Kelompok Teroris di Pelabuhan Cirebon, Begini Simulasinya

Baca juga: Mobil Daihatsu Ayla Makin Murah, Punya Duit Rp 50 Juta Sudah Bisa Bawa Pulang Mobilnya, Mau Gak?

Baca juga: Liga Inggris Nanti Malam, Crystal Palace Vs Liverpool, Klopp Mau Rotasi Pemain, Tak Rela Dikudeta

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengakui bahwa rapid test antigen belum banyak beredar di setiap fasilitas layanan kesehatan. Namun, ia sudah mendapat surat edaran dari Kementerian Kesehatan soal harga rapid test antigen.

Baca juga: Ingat, Biaya Rapid Test Antigen Maksimal Rp 250 Ribu, Rumah Sakit dan Klinik Wajib Ikuti Batas Tarif

Berli pun belum mendapat informasi di mana saja warga bisa mendapat pelayanan rapid test antigen.

"Sebagian fasyankes ada yang sudah menyiapkan tapi saya belum tahu yang mana saja," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar tak akan lagi menggunakan rapid test biasa dalam penanganan Covid-19.

Menanggapi hal itu, Berli menuturkan rapid test biasa masih tetap dibutuhkan sebagai bahan screening.

Namun, pemerintah pusat menyarankan agar tiap daerah mulai menggunakan rapid test antigen karena dinilai lebih akurat.

"Secara epidemiologis, (rapid test biasa) masih bisa untuk screening. Hanya arahan kebijakan pusat untuk (menggunakan) antigen test, juga karena lebih akurat dan sensitif," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved