Breaking News:

Dar Der Dor, Satuan Elite Denjaka Ringkus Kelompok Teroris di Pelabuhan Cirebon, Begini Simulasinya

Para petugas tampak mengerahkan kekuatan penuh untuk melumpuhkan teroris, dari mulai tim tempur yang menyerang lewat darat, laut, dan udara.

TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Jajaran Denjaka Kormarinir TNI AL saat menggelar latihan Full Mission Profile di Dermaga Muara Jati, Pelabuhan Cirebon, Sabtu (19/12/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL meringkus kelompok teroris di Pelabuhan Cirebon, Sabtu (19/12/2020).
Mereka berhasil meringkus teroris yang menguasai Pelabuhan Cirebon sehingga melumpuhkan transportasi wilayah perairan Kota Udang.
Para petugas tampak mengerahkan kekuatan penuh untuk melumpuhkan teroris, dari mulai tim tempur yang menyerang lewat darat, laut, dan udara.
Bahkan, Denjaka pun langsung membentuk satgas khusus untuk merebut Pelabuhan Cirebon dari kelompok teroris.
Strategi perebutan Pelabuhan Cirebon dimulai dari tim bravo yang bergerak di jalur laut menggunakan searider atau speedboat.
Selain itu, sebanyak tujuh prajurit harus menyelam dari jarak yang cukup jauh menuju titik yang telah ditentukan untuk menyergap teroris.
Mereka menggunakan teknik dan peralatan khusus, sehingga penyelam tidak memunculkan gelembung udara  serta gerakannya tidak diketahui kelompok teroris.
Petugas tim bravo yang telah dilatih khusus tersebut menyelam di kedalaman empat hingga lima meter.
Pergerakan mereka juga dikaver tim sniper yang bersiaga di mercusuar Pelabuhan Cirebon.
Selanjutnya tim sniper mengawali serangan kepada kelompok teroris dari jarak 800 meter.
Tim yang bergerak di jalur darat pun langsung menyergap Dermaga Muara Jati yang menjadi sarang para teroris.
Baku tembak antara prajurit Denjaka dan kelompok teroris pun tidak dapat dihindari.
Namun, kesigapan prajurit Denjaka berhasil melumpuhkan kelompok teroris dan menyerahkannya ke jajaran Polisi Militer AL (Pomal) untuk penanganan lebih lanjut.
Mereka menemukan bahan peledak di gudang yang menjadi sarang teroris, sehingga Denjaka mengerahkan tim khusus penjinakan bahan peledak.
Tim khusus tersebut dibawa helikopter dan langsung terjun menggunakan teknik fast rope.
Mereka pun langsung memeriksa temuan bahan peledak dan melakukan disposal secara terbatas di lokasi yang dipastikan aman.
Selanjutnya petugas yang bergerak di jalur darat bergerak menuju bagian luar Pelabuhan Cirebon untuk memastikan tidak ada kedatangan bala bantuan kelompok teroris.
Karenanya, satgas khusus Denjaka Kormarinir TNI AL berhasil merebut Pelabuhan Cirebon dan transportasi perairan juga kembali berjalan normal.
Aksi menegangkan itu merupakan rangkaian Latihan Full Mission Profile Denjaka di wilayah perairan Cirebon.
Kegiatan itupun tampak dihadiri Komandan Korps Marinir TNI AL, Mayjen TNI (Mar) Suhartono, beserta jajarannya.
Suhartono menyampaikan, latihan kali ini merupakan demonstrasi seluruh kemampuan yang dimiliki prajurit Denjaka.
"Dari mulai kemampuan bawah air atau penyelaman, bermanuver di atas air, vertical landing menggunakan teknik fast ropping, dan kemampuan aksi khusus tim darat," kata Suhartono saat ditemui usai kegiatan.
Ia mengatakan, seluruh skill tersebut dipadukan menjadi satu dalam rangkaian latihan full mission profile.
Kegiatan itupun bertujuan menunjukkan hasil latihan para prajurit Denjaka selama ini.
"Dalam pembinaan di satuan juga dilakukan bertahap, dari mulai kemampuan perorangan, unit-unit kecil, hingga seluruh satuan," ujar Suhartono.
Karenanya, menurut dia, kegiatan kali ini membuktikan jajaran Denjaka siap melaksanakan tugas pengamanan dan operasi khusus.
Pihaknya memastikan Denjaka siap mengamankan dan menjaga kedaulatan NKRI.
"Dari latihan ini saya pastikan jajaran Denjaka siap melaksanakan tugas-tugasnya," kata Suhartono. (*)
 
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved