Breaking News:

VIDEO - Tanah Bergerak Bongkar Makam-makam di TPU Padahurip, Jasad dan Kain Kafan Bermunculan

Evakuasi longsoran tanah itu dilakukan personel TNI dibantu warga dan petugas BPBD Kuningan.

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Menyusul longsor di Desa Padahurip, Kecatan Selajambe, Kabupaten Kuningan yang memutus akses jalan, ternyata sebagian lahan permakaman umum pun ikut tergerus.

Pergerakan tanah menyebabkan sejumlah makam terbongkar, sehingga kain kafan dan kerangka manusia bermunculan ke permukaan.

“Iya, selain material longsor di Blok Jahura beres dan bisa dilewati, ternyata di tempat pemakaman umum ada kain kafan dan beberapa jasad yang muncul ke permukaan kuburan,” ungkap Kades setempat, Karyono saat dihubungi, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Info Cuaca untuk 33 Kota Besar di Indonesia Hari Ini, Jumat 18 Desember 2020, Bandung Hujan Ringan

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Jumat 18 Desember 2020, Taurus Kalian Semakin Menjauh, Capricorn Ada Rahasia

Baca juga: Tribun Network Beri Penghargaan Kepada 21 Local Heroes Termasuk Pak Guru Dodo dari Ciamis

Menurut Karyono, longsor di kawasan TPU (tempat Pemakaman umum) itu persis memiliki ketinggian sekitar 10 meter, dengan luas lebar lokasi itu sekitar 25 meter kali 12 meter.

“Dari kejadian itu, ada sekitar 50 kuburan terbongkar akibat bencana alam dan kini sudah dilakukan pemakaman ulang,” katanya.  

Sekadar informasi, Material tanah longsor setebal dua meter di Blok Jahura, Desa Padahurip, Kecamatan Selajambe berhasil disingkirkan. 

Evakuasi longsoran tanah itu dilakukan personel TNI dibantu warga dan petugas BPBD Kuningan.

“Alhamdulillah, akses menuju desa kini sudah kembali normal dan bisa dilewati warga,” ungkap Karyono tadi.
“Tadi gotong royong singkirkan matrial dan batangan pohon yang tumbang juga,” ujarnya.

Karyono menyebutkan, akses darat menuju desa itu dinilai layak dan biasa dilalui.
“Yaitu jalan ini, sementara akses yang menghubung antara desa kami dengan Desa Jamberama, itu kurang baik untuk dilalui warga atau pengendara,” katanya.

Karyono mengaku bahwa tanah di lingkungan desa semua memiliki potensi pergerakan dan tanahnya juga labil.

Hal serupa juga dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu mengaku bahwa jalur Kuningan Selatan memang rawan bencana.

“Namun untuk kawasan longsor ini sudah bisa diatasi dengan melibat warga dan petugas dari TNI –Polri dan dibantu alat berat,” ungkapnya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved