Breaking News:

Regenerasi Perajin dan Pengusaha Batik di Jawa Barat Minim, Anak-anak Muda Pilih Jadi PNS

butuh kerja keras semua pihak untuk meningkatkan minat anak muda di Jawa Barat untuk menjadi perajin maupun pengusaha batik.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Prosesi pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) di EB Batik Tradisional Cirebon, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Sendy Yusuf, menyebut regenerasi perajin dan pengusaha batik di Jawa Barat masih minim.

Sebab, anak-anak muda Jawa Barat seolah takut menjadi perajin maupun pengusaha batik meski orang tua mereka telah mengawalinya.

Menurut dia, pemuda di Jawa Barat justru berbondong-bondong mendaftar sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Banyak anak muda di Jawa Barat takut menjadi perajin dan pengusaha batik," kata Sendy Yusuf saat ditemui usai Pengukuhan Paguyuban Perajin dan Pengusaha Batik Cirebon (P3BC) di EB Batik Tradisional Cirebon, Desa Panembahan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Hari Ini Bertambah 16 Kasus, Kasus Covid-19 di Majalengka Terpapar dari Pasien Sebelumnya

Baca juga: Pemkot Cirebon Tegas Larang Warga Gelar Aktivitas Perayaan Tahun Baru 2021

Baca juga: WOW, Ada 18 Luka Tembak di Tubuh 6 Anggota Laskar FPI, Bareskrim Polri: Tak Ada Tanda Kekerasan

Ia mengatakan, regenerasi perajin batik di Jawa Barat juga tergolong sulit karena kaum mudanya lebih memilih menjadi PNS.

Karenanya, butuh kerja keras semua pihak untuk meningkatkan minat anak muda di Jawa Barat untuk menjadi perajin maupun pengusaha batik.

Namun, pihaknya bersyukur kepengurusan P3BC didominasi para pemuda yang berusia 30 tahunan.

Sendy berharap, semangat kaum muda yang tergabung dalam P3BC dapat membawa angin segar bagi regenerasi perajin dan pengusaha batik, khususnya di Cirebon.

"Kami menjadikan Cirebon sebagai pilot project untuk meningkatkan semangat anak muda dalam dunia pembatikan," ujar Sendy Yusuf.

Sementara Ketua P3BC, Heri Kismo, didampingi Wakil Ketua, Hisyam Suleiman, mengatakan, P3BC merupakan wadah untuk bersinergi, berkolaborasi, dan berbagi.

Heri menyampaikan, sebagian besar anggota P3BC juga merupakan kalangan pemuda dari sejumlah desa di Kabupaten Cirebon yang mempunyai perajin batik.

Di antaranya, Desa Panembahan, Desa Trusmi Kulon, Desa Trusmi Wetan, Desa Kaliwulu, Desa Kalitengah, Desa Kalibaru, Desa Wotgali, Desa Gamel, dan Desa Ciwaringin.

"P3BC siap menjadi wadah sharing untuk mengembangkan batik Cirebon yang merupakan pusat batik terbesar di Jawa Barat," kata Heri Kismo.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved