Pria Asal Indramayu Ini Sengaja Gelar Lapak Buku Gratis di Taman, Berharap Banyak Orang Membaca Buku

Sesuai nama komunitasnya yaitu Balada Pustaka Emperan, berbagai sudut emperan di Kecamatan Juntinyuat dan sekitarnya terus ia jajaki.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Balada Pustaka Emperan saat menggelar lapak di Alun-alun Jatibarang Indramayu, Jumat (18/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Muhammad Machfudh (28), pemuda asal Kecamatan Juntinyuat ini memiliki cara unik dalam mengkampanyekan minat membaca masyarakat.

//

Dengan 'senjata' berupa tikar dan buku, ia mencoba menggelar lapak baca gratis. 

Sesuai nama komunitasnya yaitu Balada Pustaka Emperan, berbagai sudut emperan di Kecamatan Juntinyuat dan sekitarnya terus ia jajaki.

Muhammad Machfudh mengatakan, di tengah perkembangan teknologi saat ini, minat membaca masyarakat memang mengkhawatirkan.

Khususnya anak-anak, mereka lebih tertarik terhadap gadget karena menawarkan permainan dan hiburan ketimbang buku bacaan.

Baca juga: Lima Simpatisan Rizieq Shihab Positif Covid-19 Hasil Rapid Test Antigen, Awalnya Mau Ikut Aksi 1812

Baca juga: Pevita Pearch Positif Covid-19, Kini Sedang Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Oleh karena itu, setiap ada ruang bermain anak-anak, Balada Pustaka Emperan selalu hadir menggelar lapak bacaan. 

"Kita buka lapak bacaan di tempat-tempat bermain, ruang terbuka hijau, taman, alun-alun dan lainnya. Ada saja yang merapat," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (18/12/2020).

Para pemuda yang tergabung dalam Balada Pustaka Emperan itu juga aktif memberi edukasi kepada masyarakat, seperti edukasi soal pengolahan sampah organik dan non-organik, dan lain sebagainya.

Balada Pustaka Emperan juga memiliki kegiatan rutin 40 harian. Kegiatan ini mengundang sejumlah pegiat literasi, seni dan budaya yang dibalut dengan acara diskusi dan pentas seni. 

"Kita melatih anak-anak dan pemuda untuk membuat kerajinan, menggambar, berpuisi, menyanyi dan lainnya. Minimalnya mereka berani mengekspresikan kecintaannya," ujarnya.

Muhammad Machfudh mengatakan, sudah empat tahun lebih lamanya ia bersama para relawan lainnya memperjuangkan minat membaca masyarakat melalui Balada Pustaka Emperan sejak berdiri pada 2016 lalu.

Kini komunitas relawan ini sudah miliki 300 buku bacaan. Buku-buku yang tersedia pun beragam mulai dari buku anak-anak, sosial, budaya, agama, dan masih banyak lagi.

Gerakan literasi ini pun mendapat perhatian dari PT KAI Daop 3 Cirebon dengan menyalurkan bantuan melalui CSR.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon Wisnu Pramudyo mengatakan bantuan kepada Balada Pustaka Emperan adalah upaya untuk pengembangan sarana kegiatan gerakan literasi. 

Ia berharap, bantuan tersebut bisa bermanfaat dalam meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap literasi.

"Ini komitmen kita dalam mendukung terciptanya pembangunan berkelanjutan pada semua bidang, salah satunya pendidikan," ucapnya.

 
 

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved